Bahaya Polusi Udara bagi Anak, Dokter Ungkap Dampaknya Bisa Terasa Hingga Dewasa

Ilustrasi sakit jantung
Sumber :
  • Freepik

VIVA Tangerang – Paparan polusi udara tidak hanya berdampak pada kesehatan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat meninggalkan efek yang bertahan hingga seseorang memasuki usia dewasa. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap bahaya kualitas udara yang buruk karena organ tubuh mereka masih dalam tahap pertumbuhan.

img_title Mulai Usia 30 Tahun Massa Otot Bisa Menurun, Ini Cara Menjaganya agar Tetap Kuat

Dilansir Hindustan Times, Dokter spesialis paru dari Kailash Hospital & Neuro Institute, India, Dr. AS Sandhya, menjelaskan bahwa paparan polutan secara terus-menerus selama masa kanak-kanak berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis di kemudian hari. Kondisi ini terjadi karena paru-paru dan sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang secara sempurna sehingga lebih mudah terpapar zat-zat berbahaya di udara.

Menurutnya, anak-anak juga memiliki frekuensi bernapas yang lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Akibatnya, jumlah polutan yang masuk ke dalam tubuh relatif lebih besar jika dihitung berdasarkan berat badan mereka.

img_title Rayakan HUT RI, Pemkot Tangerang Gelar Beragam Program Gratis dan Diskon untuk Warga

"Anak-anak menghirup lebih banyak udara dibandingkan orang dewasa dalam proporsi berat badannya. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap paparan zat pencemar yang ada di lingkungan," jelas Dr. Sandhya, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Polusi Udara Bisa Memicu Berbagai Penyakit Kronis

img_title Latihan Kekuatan untuk Wanita Disebut Bantu Jaga Keseimbangan Hormon dan Kesehatan Tubuh

Buruknya kualitas udara umumnya disebabkan oleh tingginya konsentrasi polutan seperti partikel halus atau PM2.5, nitrogen dioksida, serta berbagai senyawa beracun yang berasal dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga pembakaran bahan bakar fosil.

Partikel-partikel berukuran sangat kecil tersebut mampu menembus sistem pernapasan hingga mencapai paru-paru bagian terdalam. Bahkan, dalam kondisi tertentu, polutan dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan kronis serta stres oksidatif di dalam tubuh.

Dr. Sandhya mengatakan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan mengganggu proses pertumbuhan sel normal. Dampak tersebut berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit serius, termasuk kanker, ketika seseorang telah dewasa.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di lingkungan dengan tingkat pencemaran udara tinggi lebih sering mengalami gangguan kesehatan, seperti penurunan fungsi paru-paru, infeksi saluran pernapasan berulang, hingga melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Halaman Selanjutnya
img_title