Kronologi Penembakan Saat Perayaan Hari Kemerdekaan AS di New York, Delapan Orang Terluka Termasuk Empat Anak
- Freepik
VIVA Tangerang – Suasana perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) di kawasan Brooklyn, New York, berubah mencekam setelah terjadi aksi penembakan yang mengakibatkan sedikitnya delapan orang terluka, termasuk empat anak-anak, pada Sabtu malam waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi ketika ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan kembang api dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan AS atau Independence Day. Di tengah keramaian, suara tembakan memicu kepanikan sehingga pengunjung berhamburan mencari tempat aman.
Laporan terbaru yang dikutip dari The New York Times menyebutkan jumlah korban bertambah dari laporan awal yang mencatat lima orang terluka. Data terbaru dari kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa total delapan korban mengalami luka akibat insiden tersebut.
Korban terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak berusia enam tahun hingga orang dewasa berusia 33 tahun. Dari seluruh korban, empat di antaranya merupakan anak-anak yang ikut menghadiri perayaan bersama keluarga mereka.
Pihak berwenang menyatakan bahwa tujuh korban berada dalam kondisi stabil setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, seorang perempuan berusia 21 tahun dilaporkan mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif karena kondisinya dinyatakan kritis.
Hingga kini, aparat kepolisian New York masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab serta motif di balik aksi penembakan tersebut. Belum ada informasi resmi mengenai identitas pelaku maupun kemungkinan adanya penangkapan.
Petugas juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku serta mengetahui kronologi lengkap insiden.
Peristiwa ini kembali menambah daftar kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di Amerika Serikat, bahkan saat masyarakat tengah merayakan salah satu hari nasional terbesar di negara tersebut. Penyelidikan masih berlangsung, sementara aparat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu untuk segera melapor kepada pihak berwenang.