Iran Ancam Beri Balasan setelah Serangan Terbaru AS, Ketegangan Kembali Meningkat
- VIVA
VIVA Tangerang – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terbaru yang menyasar sejumlah lokasi di wilayah Iran. Menanggapi aksi tersebut, seorang pejabat senior militer Iran memperingatkan bahwa pihak yang dianggap bertanggung jawab akan menerima konsekuensi yang berat.
Penasihat militer senior bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas serangan tersebut. Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, ia menyebut bahwa "musuh agresor dan para pendukungnya" akan menerima hukuman atas tindakan yang dilakukan terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan beberapa saat setelah media-media Iran melaporkan terjadinya serangkaian ledakan di sejumlah wilayah selatan negara tersebut yang diduga berkaitan dengan serangan militer Amerika Serikat.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, pecahan proyektil dilaporkan menghantam Rumah Sakit Imam Ali di Kota Chabahar, sebuah kota pelabuhan yang berada di tenggara Iran. Meski demikian, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Di sisi lain, kantor berita Mehr melaporkan bahwa serangan yang terjadi di Provinsi Bushehr tidak menyebabkan kerusakan pada fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, salah satu instalasi strategis milik Iran.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melaksanakan operasi militer tambahan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Menurut pernyataan CENTCOM, serangan tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran internasional, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Setiap eskalasi konflik di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan regional maupun pasar energi global.
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu pagi menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku. Pernyataan tersebut menandai perubahan situasi yang sebelumnya sempat meredakan konflik dalam waktu singkat.
Tidak lama setelah pernyataan Presiden Trump, sejumlah media Iran melaporkan terdengarnya ledakan di beberapa kota di wilayah selatan negara itu. Hingga kini, pemerintah Iran maupun otoritas Amerika Serikat belum memberikan rincian lengkap mengenai sasaran yang diserang maupun dampak keseluruhan dari operasi militer tersebut.