Iran Tegaskan Tak Akan Patuhi Kesepakatan Selama AS Dianggap Langgar Komitmen
- VIVA
VIVA Tangerang – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menjalankan kewajibannya dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Amerika Serikat selama Washington dinilai masih melanggar komitmen yang telah disepakati kedua belah pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers pada Senin (13/7/2026). Menurutnya, posisi Teheran tetap berpegang pada prinsip bahwa setiap komitmen harus dibalas dengan komitmen yang sama dari pihak lain.
Baqaei mengatakan Iran tidak akan menjalankan isi kesepakatan apabila Amerika Serikat terlebih dahulu mengabaikan kewajiban yang telah disetujui bersama.
"Sejak awal kami telah menegaskan bahwa prinsipnya adalah komitmen dibalas komitmen. Jika Amerika Serikat memenuhi kewajibannya, maka Iran juga akan melaksanakan komitmennya," ujar Baqaei.
Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak dapat dituduh sebagai pihak yang melanggar kesepakatan karena, menurutnya, seluruh kewajiban masing-masing pihak telah diatur secara jelas dan dapat diverifikasi.
Dalam kesempatan itu, Baqaei menuding Washington telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman dengan menggunakan beragam alasan. Selama kondisi tersebut masih berlangsung, Iran menyatakan tidak memiliki kewajiban untuk melaksanakan isi perjanjian.
"Selama pihak lain terus melanggar komitmennya, Republik Islam Iran juga tidak akan memenuhi kewajiban yang menjadi bagiannya," katanya.
Iran Sebut Kesepakatan Memasuki Fase Krisis
Baqaei mengungkapkan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat kini berada dalam kondisi yang disebutnya sebagai "fase krisis". Meski demikian, ia menilai jalur diplomasi masih menjadi pilihan yang dapat ditempuh untuk meredakan ketegangan.
Menurutnya, diplomasi tetap menjadi instrumen penting meskipun situasi keamanan di kawasan terus memburuk akibat meningkatnya konfrontasi militer.
"Diplomasi tidak pernah berhenti. Kami akan memanfaatkan semua jalur diplomatik untuk melindungi kepentingan nasional Iran," ujarnya.
Ia juga mendorong negara-negara yang berperan sebagai mediator agar terus berupaya menurunkan eskalasi konflik dan menjaga ruang dialog tetap terbuka.
Iran Terus Berkomunikasi dengan Negara Mediator
Dalam keterangannya, Baqaei menjelaskan bahwa Iran masih aktif melakukan komunikasi dengan sejumlah negara yang berperan dalam upaya mediasi.