Iran Ancam Ambil Tindakan Balasan Usai AS Serang PLTN Darkhovin, Ketegangan Kembali Memanas
- Antaranews
VIVA Tangerang – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran menuduh Washington menyerang fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin yang masih berada dalam tahap pembangunan di Provinsi Khuzestan. Pemerintah Iran menyatakan akan mengambil langkah balasan yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan negaranya.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi melalui akun resminya di platform X pada Minggu (19/7/2026). Menurutnya, serangan terhadap fasilitas nuklir yang diperuntukkan bagi kepentingan damai merupakan tindakan berbahaya yang dapat memperburuk stabilitas kawasan.
Gharibabadi menegaskan bahwa PLTN Darkhovin masih dalam proses pembangunan dan bukan merupakan fasilitas militer. Karena itu, ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk agresi terhadap infrastruktur sipil yang digunakan untuk tujuan damai.
"Iran mengecam keras tindakan tersebut dan akan mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan kepentingan serta keamanan nasional," tegasnya.
Selain itu, pejabat Kementerian Luar Negeri Iran tersebut juga menyebut Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas berbagai konsekuensi yang timbul akibat meningkatnya ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran telah mengonfirmasi bahwa fasilitas PLTN Darkhovin menjadi sasaran serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat. Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai tingkat kerusakan yang ditimbulkan maupun dampak terhadap proses pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah situasi keamanan kawasan yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Hubungan Iran dan Amerika Serikat terus diwarnai aksi saling serang, baik secara langsung maupun melalui operasi militer yang melibatkan berbagai fasilitas strategis.
Menurut laporan yang beredar, Amerika Serikat masih melakukan sejumlah serangan terhadap target di wilayah Iran. Sebagai balasan, Iran disebut melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas dan pangkalan militer yang digunakan pasukan AS di beberapa negara kawasan.
Perkembangan tersebut menjadi sorotan karena terjadi tidak lama setelah kedua negara sebelumnya menyepakati sebuah kesepahaman perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan meredakan permusuhan sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.