Iran Ajukan Syarat kepada AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz
- VIVA
VIVA Tangerang – Iran menyampaikan sejumlah persyaratan kepada Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. Persyaratan tersebut disampaikan melalui mediator dan mencakup penghentian agresi, pengembalian aset Iran yang dibekukan, hingga berakhirnya konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan, Teheran telah menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak Amerika melalui jalur mediasi. Iran menilai pembukaan kembali jalur strategis tersebut berkaitan erat dengan penghentian konflik dan tindakan militer di kawasan.
"Amerika harus mengakhiri perang, mengembalikan aset Iran yang dibekukan, dan perang di seluruh kawasan, termasuk Lebanon dan Gaza, harus berakhir. Syarat-syarat ini beserta ketentuan lainnya telah disampaikan kepada mereka melalui mediator," kata Rezaei, Selasa (11/8), seperti dikutip Press TV.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Selat Hormuz menjadi salah satu titik strategis dalam konflik tersebut karena jalur perairan ini merupakan rute penting bagi lalu lintas kapal dan perdagangan energi internasional.
Menurut informasi yang disampaikan, Iran dan Amerika Serikat sebelumnya sempat menandatangani nota kesepahaman atau MoU pada 18 Juni. Kesepakatan tersebut ditujukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Namun, situasi kembali berubah setelah Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli menyatakan bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati tidak lagi berlaku. Setelah itu, rangkaian serangan antara kedua pihak kembali terjadi.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebut operasi militernya sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan Selat Hormuz.
Ketegangan kemudian berlanjut ketika pasukan Iran melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Di tengah eskalasi tersebut, Iran pada 12 Juli kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Teheran menyatakan jalur perairan strategis tersebut akan tetap ditutup hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.
Keputusan itu diambil setelah terjadi gelombang baru aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Penutupan Selat Hormuz kemudian menimbulkan perhatian internasional mengingat perairan tersebut memiliki posisi penting dalam jalur perdagangan global.