AS Perketat Tekanan ke Iran, Strategi Ekonomi Dipilih Setelah Perundingan Terhenti
- ANTARA
VIVA Tangerang – Amerika Serikat dilaporkan mulai mengubah pendekatan dalam menghadapi Iran setelah proses perundingan antara kedua negara terhenti. Washington kini disebut lebih memilih memperkuat tekanan ekonomi terhadap Teheran daripada segera mengambil langkah militer.
Informasi tersebut dilaporkan CNN dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat. Menurut laporan itu, pemerintah AS telah menyampaikan perubahan strategi kepada sejumlah sekutu politiknya. Washington disebut ingin meningkatkan tekanan secara bertahap melalui kebijakan ekonomi dan sanksi terhadap Iran.
Strategi baru tersebut bahkan digambarkan sebagai upaya untuk secara perlahan “mencekik” Iran dari sisi ekonomi. Jika sebelumnya opsi serangan terhadap Iran disebut menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan, pemerintah AS kini lebih mengutamakan langkah-langkah yang dapat menekan perekonomian negara tersebut dalam jangka waktu tertentu.
Salah satu langkah yang dipersiapkan Washington adalah penerapan paket sanksi baru terhadap Iran. Sejumlah pejabat AS memperkirakan kebijakan sanksi tambahan tersebut akan mulai diberlakukan pada pekan ini.
Tekanan terhadap Iran juga tidak hanya dilakukan melalui sanksi. Blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dilaporkan tetap akan dipertahankan sebagai bagian dari strategi Washington. Kebijakan tersebut diperkirakan dapat memberikan tekanan tambahan terhadap aktivitas perdagangan dan perekonomian Iran.
Di tengah perubahan strategi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington saat ini tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran. Trump juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak memiliki rencana untuk menggelar perundingan dengan Iran.
Perkembangan hubungan kedua negara juga berkaitan dengan situasi di Selat Hormuz. Gedung Putih dilaporkan mencermati kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut.
Amerika Serikat disebut khawatir kesepakatan antara Teheran dan Muscat justru akan memperkuat posisi Iran dalam mengatur lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur tersebut memiliki arti penting bagi perdagangan internasional dan distribusi energi sehingga perkembangan apa pun di kawasan itu menjadi perhatian negara-negara terkait.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat juga menilai posisi Oman dalam proses pembicaraan dengan Iran mulai lebih condong kepada Teheran. Penilaian tersebut muncul meskipun Oman selama ini dikenal memiliki peran sebagai mediator dalam berbagai komunikasi yang melibatkan Iran dan pihak lain.