Iran Siapkan Opsi Serang Aset Militer AS di Eropa Jika Trump Tingkatkan Eskalasi

Sistem pertahanan udara Bavar-373 militer Iran.
Sumber :
  • VIVA

VIVA Tangerang – Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk memperluas respons militernya ke luar kawasan Timur Tengah apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan meningkatkan eskalasi konflik.

img_title IRGC Iran Klaim Serang Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz, Kapal Terafiliasi AS Turut Jadi Sasaran

Salah satu opsi yang tengah dikaji Teheran adalah serangan terhadap aset militer Amerika Serikat yang berada di sejumlah negara Eropa. Informasi tersebut dilaporkan Financial Times pada Rabu, 19 Agustus 2026, dengan mengutip dua sumber yang disebut dekat dengan pemerintahan Iran.

Menurut laporan tersebut, pasukan Iran telah mempelajari kemungkinan menyerang fasilitas atau aset militer AS di kawasan Eropa bagian tenggara. Bulgaria disebut sebagai salah satu lokasi yang masuk dalam kajian karena negara tersebut pada bulan sebelumnya menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer oleh pesawat pengisian bahan bakar milik Amerika Serikat.

img_title Korsel Siapkan Pengerahan Kapal dan Personel Militer ke Selat Hormuz

Selain Bulgaria, Siprus juga disebut masuk dalam pertimbangan Iran. Negara tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pangkalan militer Inggris yang berada di wilayah Siprus sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan pesawat nirawak pada Maret.

Salah satu sumber yang dikutip Financial Times menyebutkan bahwa opsi terhadap fasilitas di Eropa dapat digunakan apabila Amerika Serikat kembali melakukan serangan terhadap Iran. Teheran disebut tengah mempersiapkan berbagai skenario sebagai bagian dari upaya menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.

img_title J.D. Vance Akui Serangan Militer AS Bisa Tak Sengaja Mengenai Warga Sipil di Iran

Iran juga dilaporkan mempertimbangkan sasaran lain yang berada di kawasan strategis. Salah satunya adalah kabel serat optik bawah laut yang berada di sekitar Selat Hormuz.

Kajian terhadap infrastruktur komunikasi bawah laut tersebut menunjukkan bahwa Iran disebut tengah mempertimbangkan berbagai bentuk respons apabila ketegangan meningkat. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang memiliki peran penting dalam lalu lintas energi dan perdagangan internasional.

Salah satu sumber mengatakan kepada Financial Times bahwa Teheran sedang menyiapkan sejumlah pilihan untuk memperluas konflik apabila Trump merealisasikan ancaman sebelumnya untuk menyerang infrastruktur Iran.

"Jika AS bertindak terlalu jauh, Iran akan mempertahankan diri dengan cara apa pun, melampaui kawasan dan menyerang Eropa juga," kata sumber tersebut sebagaimana dikutip dalam laporan.

Laporan mengenai rencana tersebut muncul ketika upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan masih menghadapi jalan buntu. Pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dilaporkan belum mengalami perkembangan berarti, sementara peluang untuk kembali menggelar perundingan antara Teheran dan Washington juga semakin kecil.

Halaman Selanjutnya
img_title