Kecelakaan Bus di Nagreg, Tim SAR Evakuasi Korban Terjepit, Satu Penumpang Meninggal
- Istimewa
VIVA Tangerang – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah bus terjadi di kawasan Paslon, Jalan Raya Nagreg, Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan satu penumpang meninggal dunia setelah sempat terjepit di dalam kendaraan.
Bus yang mengalami kecelakaan merupakan Bus Putra RB dengan nomor polisi B 7858 ZAA. Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung atau Basarnas Bandung menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul 01.55 WIB.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.25 WIB. Dalam insiden tersebut, terdapat seorang penumpang yang dilaporkan terjepit di dalam bus sehingga membutuhkan proses evakuasi khusus.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Bandung langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Pada sekitar pukul 02.05 WIB, satu tim Rescue Kantor SAR Bandung diberangkatkan untuk membantu proses pencarian dan pertolongan korban.
Sesampainya di lokasi, tim Rescue Kantor SAR Bandung langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR gabungan yang sudah berada di lapangan. Petugas kemudian melakukan upaya evakuasi terhadap korban yang masih terjebak di dalam kendaraan.
Korban Terjepit Berhasil Dievakuasi
Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan korban yang terjepit dari dalam bus.
Korban diketahui bernama Lilis Sugesti, 52 tahun. Namun, setelah berhasil dievakuasi, korban dinyatakan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Cikopo Cicalengka untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Berdasarkan data yang dihimpun petugas, kecelakaan bus tersebut melibatkan 14 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang dinyatakan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.
Basarnas Apresiasi Sinergi Tim SAR Gabungan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan kecelakaan tersebut.
Menurut Ade, setelah informasi kecelakaan diterima, tim Rescue Kantor SAR Bandung segera diberangkatkan ke lokasi untuk memberikan dukungan terhadap proses evakuasi korban.
Penanganan di lokasi dilakukan melalui kerja sama berbagai unsur, termasuk Basarnas, pemadam kebakaran, kepolisian, tenaga medis, serta unsur SAR gabungan lainnya. Sinergi tersebut membantu proses evakuasi korban yang mengalami kondisi terjepit di dalam kendaraan.