Terlalu Sering Main Ponsel? Terapis Ungkap Cara Mudah Kurangi Screen Time dan Cegah Kecanduan

Ilustrasi handphone (telpon selular, smartphone).
Sumber :
  • VIVA

VIVA Tangerang – Kebiasaan memeriksa ponsel setiap beberapa menit, menggulir media sosial tanpa tujuan, atau terus-menerus mengecek notifikasi ternyata dapat berkembang menjadi kecanduan yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Di era digital saat ini, banyak orang tidak menyadari bahwa hubungan mereka dengan ponsel telah berubah dari sekadar alat komunikasi menjadi kebutuhan yang sulit dilepaskan.

img_title Diet Makan Sekali Sehari Dinilai Berisiko bagi Kesehatan, Ahli Gizi Ungkap Dampaknya pada Kantung Empedu

Menurut laporan Hindustan Times, terapis sekaligus kreator konten, Nadia Addesi, menjelaskan bahwa kecanduan terhadap layar ponsel terjadi ketika otak mulai mengandalkan perangkat tersebut sebagai cara tercepat untuk menghindari rasa tidak nyaman, seperti stres, bosan, kesepian, atau cemas.

Seiring waktu, kebiasaan tersebut dapat berubah menjadi respons otomatis. Seseorang bisa saja tanpa sadar mengambil ponsel saat sedang bekerja, mengobrol, bahkan ketika tidak ada notifikasi atau kebutuhan tertentu. Kondisi ini membuat penggunaan ponsel bukan lagi keputusan yang disadari, melainkan kebiasaan refleks yang terus berulang.

img_title Bahaya Polusi Udara bagi Anak, Dokter Ungkap Dampaknya Bisa Terasa Hingga Dewasa

Menurut Addesi, ponsel menawarkan rasa lega secara instan. Ketika seseorang merasa jenuh atau tertekan, membuka media sosial, menonton video singkat, atau membaca notifikasi dapat memberikan stimulasi yang menyenangkan dalam hitungan detik. Otak kemudian mengingat pengalaman tersebut sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kenyamanan.

"Semakin sering cara itu berhasil memberikan rasa lega, semakin kuat otak mengandalkannya untuk menghadapi ketidaknyamanan," jelas Addesi.

img_title Kebiasaan Bermain Ponsel Sebelum Tidur Bisa Ganggu Mata dan Kualitas Istirahat, Digital Detox Jadi Solusinya

Ada sejumlah tanda yang menunjukkan seseorang mulai mengalami ketergantungan terhadap ponsel. Misalnya, sering membuka ponsel saat bekerja lalu lupa tugas yang sedang dikerjakan, langsung mengecek ponsel setelah bangun tidur, atau terus menggulir layar ketika merasa stres dan kewalahan.

Tanda lainnya adalah membawa ponsel ke mana-mana meskipun tidak digunakan, memeriksanya berulang kali tanpa alasan jelas, mengalihkan perhatian ke layar saat sedang berbicara dengan orang lain, hingga merasa gelisah ketika ponsel tidak berada di dekatnya.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap fungsi otak. Penggunaan ponsel secara berlebihan disebut dapat memperlambat kemampuan berpikir, mengurangi fokus, dan memengaruhi kemampuan mengatur emosi. Bahkan, paparan layar yang terlalu lama juga dapat mengganggu memori jangka pendek serta membuat otak terus berada dalam kondisi aktif sehingga sulit beristirahat.

Halaman Selanjutnya
img_title