Sering Tidur Hanya 6 Jam? Ini Dampaknya bagi Fungsi Otak
- Freepik
VIVA Tangerang – Kebiasaan tidur hanya enam jam setiap malam ternyata dapat memberikan dampak terhadap fungsi otak. Meski seseorang mungkin masih merasa bugar dan mampu menjalani aktivitas seperti biasa, kurang tidur dalam jangka waktu tertentu dapat memengaruhi kemampuan kognitif.
Kualitas dan durasi tidur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan otak. Bagi sebagian besar orang dewasa, waktu tidur yang cukup umumnya berada di kisaran tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Dilansir Hindustan Times, Ahli neurologi Rumah Sakit Apollo di Hyderabad, Dr. Sudhir Kumar, MD, DM, menjelaskan bahwa tubuh terkadang mampu beradaptasi ketika seseorang tidur lebih sedikit. Namun, kondisi tersebut bukan berarti otak tidak mengalami perubahan.
Menurutnya, penelitian terkontrol menunjukkan bahwa orang yang hanya tidur enam jam setiap malam selama dua minggu dapat mengalami penurunan kemampuan kognitif yang cukup signifikan. Kondisinya bahkan disebut dapat menyerupai gangguan kinerja seseorang setelah terjaga selama 24 hingga 48 jam tanpa tidur.
Hal yang menjadi perhatian adalah seseorang yang mengalami kurang tidur belum tentu menyadari adanya penurunan kemampuan tersebut. Mereka dapat tetap merasa dirinya bekerja secara normal, meskipun fungsi otak sebenarnya sudah mengalami gangguan.
Kurang tidur dapat memengaruhi sejumlah kemampuan penting yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah menurunnya kemampuan mempertahankan perhatian, waktu reaksi yang menjadi lebih lambat, terganggunya memori kerja, hingga menurunnya kualitas dalam mengambil keputusan.
Kondisi tersebut membuat tidur enam jam setiap malam tidak seharusnya dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas. Alih-alih membuat seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja, kurang tidur justru dapat menimbulkan akumulasi tekanan pada sistem saraf.
Salah satu persoalan lain dari kurang tidur adalah munculnya rasa percaya diri yang tidak selalu sejalan dengan kemampuan sebenarnya. Berbeda dengan kondisi ketika seseorang mengalami gangguan akibat alkohol yang mudah dikenali, kekurangan tidur dapat membuat seseorang tetap merasa mampu menjalankan aktivitas seperti biasa.
Padahal, kemampuan berkonsentrasi, mengingat informasi, merespons situasi, hingga membuat keputusan dapat mengalami penurunan tanpa disadari.