Dark Side Bisnis: Bagaimana “Good Branding” Bisa Menutupi Praktek Buruk

Ilustrasi Bisnis.
Sumber :
  • VIVA

Oleh karena itu, perusahaan yang hanya mengandalkan branding tanpa memperbaiki praktik internal ibarat membangun rumah di atas pasir—rapuh dan mudah runtuh ketika badai datang.

Pentingnya Kritis sebagai Konsumen

Sebagai konsumen, kita perlu lebih kritis dalam menyikapi branding. Jangan hanya terpesona dengan iklan yang menyentuh hati atau desain kemasan yang elegan. Carilah informasi lebih dalam: bagaimana rantai pasok perusahaan? Apakah mereka benar-benar menerapkan standar etika? Transparansi laporan keberlanjutan juga bisa menjadi tolok ukur.

Branding adalah kekuatan luar biasa dalam dunia bisnis. Namun, di balik gemerlap citra positif, ada sisi gelap yang perlu diwaspadai. Good branding seharusnya menjadi cerminan praktik bisnis yang sehat, bukan sekadar alat untuk menutupi kesalahan. Pada akhirnya, bisnis yang berkelanjutan hanya bisa dibangun dengan kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab nyata, bukan sekadar permainan citra.