5 Cara Ampuh Cegah Migrain saat Cuaca Panas Menyengat
- Freepik
VIVA Tangerang – Cuaca panas ekstrem bukan hanya membuat tubuh cepat lelah, tetapi juga dapat memicu migrain atau sakit kepala sebelah. Menurut dr. Zicky Yombana, Sp.S, dokter spesialis saraf lulusan Universitas Indonesia yang berpraktik di RS Brawijaya, kondisi ini bisa dicegah dengan langkah sederhana namun efektif.
“Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghindari paparan panas secara langsung,” ujar dr. Zicky dalam wawancaranya dengan ANTARA, Kamis (10/10).
Ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan topi, payung, atau kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan agar kepala terlindung dari terik matahari. Perlindungan ini penting untuk mencegah peningkatan suhu tubuh yang bisa memicu migrain.
Penuhi Cairan Tubuh dan Batasi Makanan Pemicu Migrain
Selain menghindari panas, memastikan tubuh tetap terhidrasi juga menjadi kunci utama. Zicky menyarankan untuk minum setidaknya dua liter atau delapan gelas air per hari.
“Kekurangan cairan dapat mengganggu pembuluh darah dan menjadi pemicu sakit kepala,” jelasnya.
Selain itu, hindari konsumsi berlebihan makanan atau minuman yang dapat memicu migrain, seperti kafein, keju, cokelat, dan MSG. Kandungan tertentu dalam bahan-bahan tersebut dapat memicu pelebaran pembuluh darah di otak, yang memperburuk gejala sakit kepala.
Tidur Cukup dan Hindari Stres
dr. Zicky juga menekankan pentingnya istirahat cukup selama 7–8 jam setiap malam.
Tidur yang kurang, terutama di cuaca panas, bisa meningkatkan stres dan memperburuk kondisi migrain. “Suhu tinggi sering membuat tidur terganggu, dan hal ini berhubungan erat dengan munculnya migrain,” katanya.
Ia menambahkan, dehidrasi akibat cuaca panas membuat pembuluh darah otak melebar, sehingga tekanan dalam kepala meningkat dan memicu denyutan yang terasa menyakitkan.
Selain itu, sinar matahari yang terik juga dapat merangsang saraf di kepala, menyebabkan rasa nyeri semakin kuat pada penderita migrain.
Migrain: Gangguan Umum yang Bisa Dicegah
Migrain sendiri merupakan jenis sakit kepala berulang yang parah, disertai gejala seperti mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya.
Meski umum terjadi, gangguan ini bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, hidrasi cukup, pola makan seimbang, serta tidur berkualitas.