Tempat Sampah Pintar Berbasis AI Karya Alumni MAN IC Serpong

Ilustrasi Kecerdasan Buatan (AI).
Sumber :
  • VIVA

“Inovasi ini adalah bentuk nyata pengamalan nilai IC Serpong, bahwa belajar adalah ibadah dan prestasi adalah dakwah. Lewat Srikandi, kami ingin menunjukkan bahwa kontribusi alumni bisa hadir dalam bentuk solusi konkret,” kata Rayhan.

img_title Budi Daya Maggot BSF di Kota Tangerang Mampu Urai Ratusan Kilogram Sampah Organik

Lebih dari sekadar tempat sampah pintar, Srikandi diharapkan menjadi simbol perubahan perilaku. Kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya kini memiliki dampak lebih besar karena terintegrasi dengan sistem digital yang terukur dan berkelanjutan.

Berawal dari Ide Lama yang Baru Terwujud

img_title Qur’an Kemenag Add-ins untuk PowerPoint Resmi Diluncurkan, Permudah Sisipkan Ayat dan Terjemahan Secara Praktis

Sementara itu, Galih menjelaskan bahwa ide membuat inovasi pengelolaan sampah sebenarnya sudah muncul sejak mereka masih duduk di bangku MAN IC Serpong. Namun, saat itu mereka belum menemukan formula dan mekanisme yang tepat. Baru setelah menempuh pendidikan tinggi dan memasuki dunia kerja, ide tersebut menemukan bentuknya.

Nusabin sendiri resmi didirikan pada Juli 2025 oleh tiga sahabat lama, yakni Ariz, Rayhan, dan Galih, yang kembali dipertemukan setelah lulus kuliah. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda, mereka menyatukan visi untuk menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

img_title Seleksi Nasional Madrasah Unggulan Resmi Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga Awal Februari 2026

Pilot Project di MAN IC Serpong

Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, menyambut baik kehadiran Srikandi sebagai bagian dari pilot project Nusabin. Selama periode 8–22 Desember 2025, civitas akademika MAN IC Serpong berkesempatan merasakan langsung pemanfaatan tempat sampah pintar ini.

“Srikandi bukan sekadar tempat sampah. Ia mampu memilah, merekam, dan melaporkan data sampah secara otomatis. Pengguna cukup membuang sampah seperti biasa, tetapi secara tidak langsung sudah melakukan tiga proses sekaligus,” jelas Hilal.

Menurutnya, keunggulan utama Srikandi terletak pada kemudahan penggunaan. Tanpa perlu edukasi rumit atau usaha tambahan, pengguna secara alami terdorong untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.

Solusi Anak Muda untuk Masalah Nasional

Hilal juga menegaskan bahwa inovasi seperti Srikandi lahir dari kepedulian generasi muda terhadap persoalan sampah yang telah menjadi isu nasional. Tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga edukasi dan regulasi. Oleh karena itu, pendekatan inovatif yang memadukan teknologi dan perubahan perilaku dinilai sangat relevan.

Halaman Selanjutnya
img_title