Setahun Terbengkalai, Jalan Raya Pakuhaji Rusak Parah

Jalan Raya Pakuhaji Rusak Parah
Sumber :
  • Yanto

VIVA Tangerang – Akses vital yang menghubungkan Kecamatan Sepatan dan Kecamatan Pakuhaji di Kabupaten Tangerang kini dalam kondisi memprihatinkan. Jalan Raya Pakuhaji yang merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama menuju RSUD Pakuhaji ini mengalami kerusakan berat dengan lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara.

img_title Jelang Lebaran 1447 H, RSUD Pakuhaji Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Siaga dan Optimal

Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan jalan yang menyerupai kubangan kerbau. Lubang-lubang dengan diameter mencapai tiga meter dan kedalaman antara 10 hingga 20 sentimeter tersebar di beberapa titik. Ironisnya, kondisi ini telah dibiarkan tanpa perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang selama satu tahun terakhir.

Kerusakan ini dilaporkan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim penghujan. Genangan air yang menutupi lubang seringkali mengecoh pengendara hingga terjatuh. Selain faktor cuaca, intensitas kendaraan berat seperti truk tambang yang memasok kebutuhan pembangunan kawasan PIK 2 dituding menjadi penyebab utama cepatnya kerusakan jalan beton di wilayah tersebut.

img_title Unggahan Soal Status Jalan Picu Kritik, Netizen Nilai Pemkab Tangerang Terlihat Lempar Tanggung Jawab

Seorang warga Pakuhaji, Hasanudin, mengungkapkan keresahannya atas pembiaran yang terjadi. Menurutnya, masyarakat bahkan sempat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk kekecewaan.

"Sudah sekitar satu tahun rusak, semenjak banyak mobil besar (truk proyek) masuk. Tolong Pak Gubernur, Pak Bupati, bantuannya untuk daerah Pakuhaji ini. Banyak keluhan, bahkan kemarin sampai ada yang ditanami pohon pisang karena saking kesalnya belum ada perbaikan," ujar Hasanudin, Jumat 16 Januari 2026.

img_title Setahun Kepemimpinan Bupati Tangerang, Jalan Raya Pakuhaji Rusak Parah hingga Warga Turun ke Jalan

Senada dengan warga, para sopir ekspedisi juga mengeluhkan dampak finansial akibat infrastruktur yang buruk. Edo, salah satu sopir truk ekspedisi, menyebutkan bahwa kerusakan jalan ini secara langsung merusak komponen kendaraan, terutama pada bagian kaki-kaki dan as roda.

Masyarakat dan pengguna jalan kini mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun Pemerintah Provinsi Banten untuk segera mengambil langkah nyata. Pasalnya, Jalan Raya Pakuhaji bukan sekadar akses transportasi, melainkan jalur utama penopang roda perekonomian masyarakat setempat.

Jika terus dibiarkan, kerugian masyarakat akan semakin membengkak, baik dari sisi biaya perbaikan kendaraan maupun risiko keselamatan jiwa yang terus mengintai setiap harinya.