K-Pop Bakal Menggebrak Tiongkok Awal 2026?

Bendera Korea Selatan dan China
Sumber :
  • Pinterest

VIVA Tangerang – Penggemar K-pop di berbagai belahan dunia tengah dibuat geger oleh rumor rencana konser besar di Tiongkok pada awal Januari 2026. Kabar tersebut memicu spekulasi luas bahwa larangan Hallyu yang diberlakukan sejak 2016 mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.

Isu ini langsung menjadi perhatian serius industri hiburan global, mengingat Tiongkok merupakan salah satu pasar terbesar bagi K-pop. Namun hingga kini, kabar tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Selatan.

Kantor Juru Bicara Kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa belum ada keputusan atau kesepakatan yang dapat dipastikan. Publik pun diminta untuk tidak langsung mempercayai laporan media yang belum diverifikasi.

“Belum ada konfirmasi terkait laporan bahwa pemerintah akan mengadakan konser K-pop di Tiongkok pada awal Januari. Kami meminta publik untuk berhati-hati dalam menanggapi laporan tersebut,” ujar Kantor Juru Bicara Kepresidenan dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, spekulasi terus berkembang setelah akun Instagram @panncafe mengungkap bahwa Kantor Kepresidenan Korea Selatan disebut tengah merancang konser besar di Tiongkok sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya. Dalam rencana tersebut, pemerintah dikabarkan telah mengajak empat agensi raksasa K-pop—HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment—untuk terlibat.

Keterlibatan keempat agensi besar itu memperkuat dugaan bahwa konser ini bukan sekadar acara hiburan, melainkan juga sinyal awal pemulihan hubungan budaya antara Korea Selatan dan Tiongkok.

Sebagai informasi, larangan Hallyu mulai diberlakukan sekitar 2016, menyusul memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Sejak saat itu, berbagai aktivitas budaya Korea—mulai dari konser K-pop, penayangan drama, hingga kemunculan artis Korea di televisi Tiongkok—dibatasi secara ketat, bahkan nyaris dilarang sepenuhnya.

Pembatasan tersebut menimbulkan kerugian besar bagi industri hiburan Korea. Banyak agensi kehilangan akses ke pasar Tiongkok dan akhirnya mengalihkan fokus promosi ke Jepang, Asia Tenggara, hingga Amerika Utara.

Tak heran jika rumor kembalinya konser K-pop ke Tiongkok disambut antusias oleh pelaku industri. Jika larangan Hallyu benar-benar dilonggarkan, peluang ekonomi dan pertukaran budaya antara kedua negara berpotensi kembali terbuka lebar.

Meski begitu, pemerintah Korea Selatan tetap mengambil sikap hati-hati. Keputusan akhir masih sangat bergantung pada dinamika hubungan bilateral serta kebijakan resmi pemerintah Tiongkok. Hingga kini, otoritas Tiongkok juga belum mengumumkan perubahan apa pun terkait aturan Hallyu.

Karena itu, semua pihak—baik pemerintah, industri hiburan, maupun penggemar K-pop—diimbau untuk menunggu pernyataan resmi dari kedua negara. Spekulasi bahwa era baru Hallyu di Tiongkok telah dimulai masih terlalu dini, meski potensi dampaknya dinilai sangat besar bagi industri K-pop global maupun hubungan diplomatik Korea Selatan dan Tiongkok ke depan.