Respons KPAI Terkait The Broken String Karya Aurelie Moeremans

The Broken Strings karya Aurelie Moeremans
Sumber :
  • Istimewa

TangerangKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi terbitnya buku The Broken String yang ditulis Aurelie Moeremans.

 

The Broken String berisi pengalaman hidup Aurelie yang memuat pengalaman pahit masa kecilnya sebagai korban child grooming.

 

"Kami berterima kasih sekali adanya buku itu sehingga membuka pengetahuan masyarakat luas terkait apa itu child grooming dan ternyata child grooming juga ada di sekitar kita," ujar Anggota KPAI, Dian Sasmita, Kamis (15/1/2026).

 

Menurutnya, child grooming adalah upaya manipulatif pelaku terhadap korban dengan tujuan untuk memanfaatkan korban.

 

"Jadi manipulasi ini di dalam konsep perlindungan anak sudah termasuk pada aspek kekerasan, manipulasi, baujuk rayu, kemudian memberikan iming-iming termasuk kekerasan juga," imbuhnya.

 

Berdasarkan data KPAI, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

Tercatat ada 11 ribu anak korban kekerasan seksual pada 2024. Angka tersebut bertambah menjadi 12 ribu pada 2025.

 

"Pelaku kekerasan seksual seringkali adalah orang-orang terdekat dari anak," jelas Dian Sasmita.

 

Sebagai infomrasi, The Broken String dirilis pada 12 Oktober 2025 lalu. Namun, publik ramai membicarakannya pada awal 2026.

 

Apalagi, beberapa nama ikut terseret dalam kasus child grooming Aurelie. Salah satunya mantan suaminya, Roby Tremonti.