7 Cara Bijak Menghadapi Pertengkaran Kakak dan Adik di Rumah

Ilustrasi anak bertengkar
Sumber :
  • Freepik

VIVA Tangerang – Dalam keluarga, pertengkaran antara kakak dan adik adalah hal yang wajar. Anak-anak sering kali berselisih paham karena berebut mainan, perhatian orang tua, atau perbedaan pendapat. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, konflik kecil ini bisa memengaruhi hubungan mereka di masa depan. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui cara bijak mengatasi saat anak berantem dengan adik atau kakaknya.

img_title Bahaya Polusi Udara bagi Anak, Dokter Ungkap Dampaknya Bisa Terasa Hingga Dewasa

1. Tetap Tenang dan Jangan Ikut Emosi

Saat melihat anak bertengkar, orang tua sering kali langsung terpancing emosi. Padahal, langkah pertama yang tepat adalah menenangkan diri terlebih dahulu. Dengan tetap tenang, orang tua bisa mengambil keputusan bijak tanpa memihak salah satu anak.

img_title Jepang Siapkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak, Verifikasi Usia Akan Diperkuat

2. Dengarkan Kedua Belah Pihak

Setiap anak memiliki sudut pandang berbeda. Dengarkan cerita dari kakak maupun adik secara adil. Jangan langsung menyalahkan salah satu pihak, karena hal itu bisa menimbulkan rasa iri atau ketidakadilan. Tunjukkan bahwa orang tua peduli pada perasaan keduanya.

img_title Kurang Tidur hingga Merokok Bisa Picu Infertilitas, Dokter Ungkap Kebiasaan yang Diam-Diam Ganggu Kesuburan

3. Ajarkan Anak Mengungkapkan Perasaan

Pertengkaran biasanya muncul karena anak belum bisa menyampaikan perasaan dengan cara yang sehat. Ajarkan mereka untuk berkata, “Aku merasa sedih kalau mainanku diambil,” daripada langsung memukul atau berteriak. Dengan begitu, anak belajar menyalurkan emosi secara positif.

4. Tetapkan Aturan yang Jelas di Rumah

Untuk mencegah pertengkaran yang berulang, buat aturan sederhana yang mudah dipahami anak. Misalnya: “Mainan harus dipakai bergantian,” atau “Tidak boleh memukul saat marah.” Konsistensi orang tua dalam menegakkan aturan ini sangat penting agar anak terbiasa dengan disiplin.

5. Latih Anak untuk Berbagi dan Bergantian

Salah satu penyebab utama anak berantem adalah berebut sesuatu. Orang tua bisa melatih anak untuk berbagi dan bergantian melalui permainan sederhana. Misalnya, saat bermain puzzle atau board game, beri kesempatan bergiliran. Cara ini melatih kesabaran sekaligus mengurangi konflik.

6. Jangan Terlalu Sering Membandingkan

Membandingkan kakak dan adik justru memperbesar rasa iri. Hindari ucapan seperti, “Kamu harusnya seperti kakakmu” atau “Adik lebih pintar dari kamu.” Sebaliknya, hargai keunikan masing-masing anak agar mereka merasa sama-sama dicintai.

Halaman Selanjutnya
img_title