Peran Ayah dalam Pengasuhan: Lebih Penting dari yang Dibayangkan

Orang Tua dan Anak
Sumber :

VIVA Tangerang – Di masa lalu, pengasuhan sering dianggap sebagai ranah ibu. Namun seiring berkembangnya pemahaman psikologi dan pendidikan anak, terbukti bahwa kehadiran dan keterlibatan ayah berperan sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sayangnya, masih banyak ayah yang merasa perannya sebatas sebagai penyedia kebutuhan finansial. Padahal, kualitas hubungan emosional antara ayah dan anak berpengaruh kuat terhadap masa depan anak.

img_title Wamenag Ungkap Rencana Materi Anti-LGBTQ di Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Mengapa Peran Ayah Sangat Penting?

img_title Biaya Hidup Makin Mahal, Keinginan Punya Anak Kedua di Jepang Anjlok ke Rekor Terendah

1. Memberikan Rasa Aman dan Dukungan Emosional

Menurut riset dari American Academy of Pediatrics, anak yang memiliki kedekatan emosional dengan ayah lebih mampu mengelola stres dan memiliki kepercayaan diri tinggi.

img_title Job Fair Online Kota Tangerang Buka 2.126 Lowongan hingga 31 Agustus 2026, Ini Daftar Perusahaannya

“Kehadiran ayah menciptakan rasa perlindungan yang unik dan tidak tergantikan oleh peran ibu.”


2. Menjadi Panutan Utama dalam Kehidupan Sosial Anak

Ayah berperan sebagai figur yang diawasi dan dicontoh oleh anak, baik dalam hal kedisiplinan, etika kerja, hingga cara memperlakukan orang lain.

Contoh:

  • Anak laki-laki belajar tentang maskulinitas sehat dari ayah.

  • Anak perempuan membentuk standar relasi dari bagaimana ayah memperlakukan ibunya.


3. Meningkatkan Performa Akademis Anak

Anak yang diasuh secara aktif oleh ayah cenderung memiliki kemampuan kognitif dan prestasi akademis lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan keterlibatan ayah dalam kegiatan seperti membaca, bermain bersama, atau berdiskusi.


4. Menurunkan Risiko Perilaku Negatif

Kehadiran ayah secara emosional mengurangi kemungkinan anak terlibat dalam perilaku bermasalah seperti perundungan, penyalahgunaan zat, dan kenakalan remaja.


Tantangan Peran Ayah Saat Ini

Meski banyak ayah ingin terlibat, kenyataan seperti pekerjaan yang menyita waktu, kurangnya edukasi tentang parenting, atau budaya patriarki membuat peran ayah sering kurang maksimal.

Solusinya:

  • Ayah perlu diberi ruang dan dorongan untuk aktif dalam pengasuhan tanpa stigma.

  • Komunikasi yang terbuka dengan pasangan sangat membantu pembagian peran yang sehat.


Cara Praktis Meningkatkan Keterlibatan Ayah

Luangkan Waktu Bermain Setiap Hari

Waktu bermain, walau hanya 15–30 menit sehari, menciptakan kedekatan emosional yang kuat.

Ikut Serta dalam Kegiatan Harian Anak

Misalnya mengantar sekolah, menemani belajar, atau membacakan dongeng sebelum tidur.

Jadilah Pendengar yang Baik

Halaman Selanjutnya
img_title