Anak Suka Membantah? Ini Cara Menghadapinya Tanpa Marah

Anak Suka Membantah? Ini Cara Menghadapinya Tanpa Marah
Sumber :

VIVA Tangerang – Saat anak mulai bisa berbicara, orang tua akan menghadapi fase-fase yang cukup menantang—salah satunya ketika anak sering membantah atau melawan perintah. Meski bisa membuat frustasi, perilaku ini sebenarnya adalah bagian alami dari proses tumbuh kembang anak. Mereka mulai menguji batas, mengekspresikan pendapat, dan membentuk identitas diri.

img_title Tren di Jepang, Orang Tua Turun Tangan Carikan Jodoh hingga Pekerjaan untuk Anak

Namun, bukan berarti kita membiarkan perilaku membantah ini berkembang menjadi kebiasaan buruk. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua bisa mengubah momen bantahan menjadi kesempatan untuk mendidik dan membangun kedekatan.


img_title MUI Ingatkan Orang Tua, Anak Terancam Pornografi hingga Narkoba di Ruang Digital

Mengapa Anak Suka Membantah?

Beberapa alasan umum mengapa anak membantah:

img_title Biaya Hidup Makin Mahal, Keinginan Punya Anak Kedua di Jepang Anjlok ke Rekor Terendah
  • Ingin menunjukkan kemandirian

  • Merasa tidak didengarkan atau dihargai

  • Meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya

  • Sedang mengalami emosi yang tidak bisa diungkapkan dengan baik

  • Kurangnya batasan dan konsistensi dari orang tua


Cara Efektif Menghadapi Anak yang Suka Membantah

1. Dengarkan Dulu Sebelum Bereaksi

Terkadang anak hanya ingin didengar. Tunjukkan bahwa Anda menghargai pendapat mereka, bahkan jika tidak setuju.

“Kamu nggak mau mandi sekarang? Cerita dulu, kenapa?”


2. Tetap Tenang dan Jangan Terpancing Emosi

Membalas dengan marah hanya membuat konflik semakin panas. Tunjukkan bahwa Anda bisa tetap tegas tanpa berteriak.


3. Gunakan Kalimat Positif dan Asertif

Alih-alih berkata “Jangan bantah!” coba gunakan:

“Ayah tahu kamu tidak suka, tapi ini waktunya tidur. Besok kamu bisa bermain lagi.”


4. Berikan Pilihan, Bukan Paksaan

Anak merasa lebih punya kendali saat diberi pilihan.

“Kamu mau mandi sekarang atau 10 menit lagi?”
“Mau pakai baju merah atau biru ke sekolah?”


5. Tetapkan Batasan yang Konsisten

Jika ada aturan, maka harus ditegakkan. Jangan berubah-ubah hanya karena anak membantah atau menangis.


6. Ajak Anak Berdiskusi Setelah Emosi Reda

Gunakan momen tenang untuk membicarakan apa yang terjadi. Ajak anak merefleksikan perilakunya.

“Tadi waktu kamu marah, Mama merasa sedih. Apa kamu juga sedih saat itu?”


Kapan Bantahan Harus Diwaspadai?

Jika anak:

  • Membantah disertai perilaku kasar atau merusak

  • Selalu menolak segala instruksi

  • Menjadi semakin sulit diajak kerja sama di rumah maupun sekolah

Maka orang tua perlu mengevaluasi dan mungkin berkonsultasi dengan psikolog anak.

Halaman Selanjutnya
img_title