Trump Sebut Respons Iran atas Proposal Perdamaian AS “Tak Bisa Diterima”

Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • ANTARA

VIVA Tangerang – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap respons Iran atas proposal perdamaian terbaru yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Trump mengaku kecewa dengan jawaban yang diberikan Teheran melalui jalur diplomasi.

img_title Iran Ancam Jadikan Aset AS Sasaran Sah jika Perang Baru Pecah

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Minggu, 10 Mei 2026 waktu setempat. Dalam unggahannya, Trump menegaskan dirinya tidak puas dengan tanggapan yang diberikan pihak Iran terhadap usulan penghentian perang.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘wakil’ dari Iran. Saya tidak suka — benar-benar tidak dapat diterima,” tulis Trump.

img_title Iran Tuduh Netanyahu Seret AS ke Perang Baru demi Hindari Penjara

Komentar Trump muncul hanya beberapa jam setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan jawaban resmi atas proposal perdamaian Amerika Serikat melalui mediator Pakistan.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyebut respons Republik Islam Iran terhadap proposal terbaru dari AS telah disampaikan kepada pemerintah Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi.

img_title Kapal Kontainer Bermuatan 2.500 Peti Kemas Tenggelam di Selat Hormuz, Diduga Hantam Ranjau Laut

Sementara itu, televisi nasional Iran, IRIB, melaporkan bahwa jawaban Teheran berfokus pada penghentian perang secara menyeluruh di berbagai kawasan konflik, terutama di Lebanon. Iran juga menekankan pentingnya jaminan keamanan pelayaran di kawasan strategis Timur Tengah.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah berlaku sejak 17 April 2026 dan diperpanjang hingga pertengahan Mei, ketegangan di wilayah tersebut belum sepenuhnya mereda. Pasukan Israel dilaporkan masih terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon dan terlibat baku tembak dengan kelompok Hizbullah hampir setiap hari.

Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri semakin memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Teheran dengan aksi militer terhadap Israel dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Eskalasi konflik itu turut berdampak terhadap jalur perdagangan global setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Penutupan selat tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas pasokan energi dan perekonomian global.

Upaya penghentian perang sempat menunjukkan perkembangan positif setelah gencatan senjata berhasil dicapai pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Namun, negosiasi lanjutan yang digelar di Islamabad belum mampu menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title