Idol NMIXX Sullyoon Diduga Jadi Acuan Karakter AION2, Netizen Korea Geram

Sullyoon NMIXX.
Sumber :
  • Akun Instagram @panncafe

VIVA Tangerang – Isu penggunaan wajah idol K-Pop kembali menggemparkan jagat maya. Netizen Korea dikejutkan dengan kemiripan mencolok antara salah satu karakter dalam game AION2 dan Sullyoon NMIXX. Karakter tersebut muncul dalam fitur pembuatan hero—di mana pemain dapat menyesuaikan tampilan avatar. Namun fitur itu justru memicu kontroversi karena game tersebut menyertakan konten 19+.

img_title IRGC Klaim Teknologi Canggih AS Tak Mampu Lolos dari Pengawasan Iran di Selat Hormuz

Perdebatan pertama kali meletup di forum Theqoo. Seorang netizen mengubah warna rambut karakter dalam game, lalu membandingkannya dengan foto asli Sullyoon. Hasilnya membuat publik tercengang: wajah karakter tersebut tampak 100% mirip sang idol.

Temuan ini langsung menyebar ke berbagai platform media sosial. Netizen mempertanyakan etika yang digunakan oleh developer NCSoft, sekaligus meragukan apakah perusahaan game itu sudah meminta izin resmi kepada JYP Entertainment sebagai agensi Sullyoon.

img_title Posisi Tidur Terbaik untuk Kesehatan Jantung, Dokter Ungkap Posisi yang Perlu Dihindari

Komentar warganet pun beragam. Sebagian mengecam keberanian pihak game mengambil referensi wajah idol tanpa konfirmasi. Sebagian lainnya menilai kemiripan tersebut berpotensi masuk ranah pelanggaran hak cipta dan penggunaan wajah tanpa izin. Tak sedikit yang menyarankan JYP Entertainment agar mengambil langkah hukum jika ditemukan pelanggaran dalam proses desain karakter.

Isu ini menguat karena dua alasan. Pertama, tingkat kemiripan yang dinilai sempurna. Kedua, game tersebut memiliki konten vulgar, sehingga dianggap tidak pantas jika wajah idol dijadikan inspirasi visual. Dua faktor itu membuat netizen semakin geram dan menilai tindakan tersebut bisa merusak citra sang idol serta membuka celah penyalahgunaan visual.

img_title Harga Emas Antam Hari Ini 9 September 2026 Turun Rp17.000, Jadi Rp2,610 Juta per Gram

Kontroversi ini juga memicu diskusi lebih luas mengenai hak privasi penggunaan wajah dalam industri digital. Penggemar K-Pop menilai bahwa perusahaan gim harus lebih berhati-hati ketika mengambil acuan dari figur publik, apalagi yang memiliki basis penggemar besar.

Kasus yang melibatkan AION2 ini membuka kembali perbincangan tentang batas etika dalam desain karakter digital. Publik kini menanti tanggapan resmi dari NCSoft maupun JYP Entertainment. Situasi ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam teknologi tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab serta penghormatan terhadap pemilik wajah asli.