Cygames Dirikan Studio AI untuk Memudahkan Pelayanan
- Cygames.jp
VIVA Tangerang – Cygames Inc. membangun anak studio baru dengan nama Cygames AI Studio, yang bertujuan untuk membangun dan mengembangkan kecerdasan buatan untuk memudahkan pelayanan perusahaan tersebut. Dikutip dari Cygames.jp pada Jum'at, (09/01/2026), raksasa industri teknologi tersebut memanfaatkan potensi teknologi mutakhir sebagai latar belakang dari mendirikan Cygames AI.
Terkenal sebagai studio di balik Uma Musume: Pretty Derby, Cygames melihat perkembangan AI sebagai kekuatan dalam mendorong kreativitas kreasi di masa depan, dan melalui studio ini, perusahaan tersebut bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna baru, yang akan membantu dalam mewujudkan visinya untuk menjadi "perusahaan yang menciptakan konten terbaik."
Di dalam studio tersebut, Cygames akan mengejar teknologi AI yang dapat digunakan oleh kreator dengan aman dan terjamin, dengan memanfaatkan pengalaman dari pengembangan game. Beberapa hal seperti penelitian, pembuatan model tersendiri, hingga penyediaan layanan dan alat untuk lokasi produksi akan dibangun oleh Cygames AI sebagai siklus kreatif unik yang lebih dari sekedar meningkatkan efisiensi dan memperluas kreativitas kreator.
AI memang memiliki potensi jika digunakan dengan tujan dan cara yang tepat. Kendati demikian, kecerdasan buatan dapat menjadi pedang bermata dua yang merugikan banyak pihak. Dikutip dari Japan Today, para peneliti memperingatkan bahwa penyebaran konten "buatan" yang tidak terkendali, secara luas disebut dengan "AI slop", pada akhirnya dapat menjauhkan pengguna dari media sosial.
Selain itu, terdapat manga yang sangat populer dan mencapai puncak peringkat "Young Adult" di Comic C'moA, yang ternyata dibuat oleh AI. Comic C'moA dikenal secara luas sebagai toko buku elektronik terbesar di Jepang, sehingga pencapaian ini menjadi suatu hal yang luar biasa sekaligus menandai titik balik bagi industri manga Jepang.
Di sisi lain, pihak aparat Jepang juga pernah mengembangkan kecerdasan buatan untuk membantu dalam mencari seorang tersangka. Pihak kepolisian tersebut bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan mahasiswa dalam mengembangkannya. Dengan membuat sketsa wajah dari penggambaran atau "prompt" yang dimasukkan ke dalam AI tersebut, jangka waktu proses investigasi dapat dipangkas dengan optimal supaya tersangka bisa tertangkap sebelum kabur dari area pencarian.