Refund Tiket DAY6 Belum Tuntas, Promotor Jual Buku
- Kpop Chart
VIVA Tangerang – Proses refund tiket konser DAY6 di Jakarta 2025 hingga kini belum tuntas. Sebagian penggemar My Day Indonesia menunggu sisa pengembalian dana tiket yang belum dikembalikan. Di sisi lain, promotor Mecimapro mengaku mengalami kesulitan finansial dan mencoba menutupi kekurangan dana dengan menjual buku karya sang direktur serta sisa merchandise konser.
Fransiska Dwi Melani, pendiri sekaligus Direktur Mecimapro, saat ini sedang dijatuhi hukuman terkait dugaan penggelapan dan penipuan dana konser TWICE di Jakarta pada Sabtu, (23/12/2023). Ia didakwa atas penggelapan dana investasi mencapai Rp 10 miliar dari PT Media Inspirasi Bangsa (MIB).
Selain investor, penggemar band Day6 juga ikut terdampak. Perpindahan lokasi konser DAY6 pada Mei 2025 dari Jakarta International Stadium ( JIS) ke Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) menimbulkan kekecewaan fans. Beberapa keluhan mencakup sistem pembelian tiket yang error, antrean panjang, minimnya petunjuk lokasi, hingga proses refund yang dianggap rumit dan kurang terbuka.
Melansir laman kpopchart, Direktur tersebut menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui surat tulisan tangan diunggah di akun Instagram resmi @mecimapro pada Rabu (28/1/2026). Dalam surat tersebut, ia mengakui kesalahan manajemen, komunikasi yang kurang transparan, serta mengungkapkan tekanan ekonomi akibat kerugian dialami perusahaan pada 2024–2025.
Berdasarkan data komunitas My Day Berserikat menunjukkan bahwa total kewajiban penggantian senilai Rp 5,5 miliar, baru menge sekitar Rp 1 miliar berhasil dikembalikan pada Rabu (10/12/2025). Artinya, sekitar Rp4,6 miliar masih dalam proses penuntasan.
Untuk menutupi kekurangan dana, perusahaan tersebut berencana menjual buku yang ditulis langsung oleh Melani serta sisa CD dan merchandise konser. Langkah ini mendapatkan beragam respons penggemar. Sejumlah pihak menilai strategi dapat dimaklumi, sementara sebagian lain mempertanyakan kredibilitas dan keberlanjutan proyek buku tersebut.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya manajemen acara dan transparansi promotor dalam industri konser K-pop. Citra penyelenggara musik sangat ditentukan oleh kepercayaan penggemar, serta persoalan refund berdampak rencana tur artis Internasional ke Indonesia di masa mendatang.