5 Cara Mencegah Anak Kecanduan Belanja dalam Video Game
- Freepik
VIVA Tangerang – Dewasa ini, anak-anak yang bermain video game bisa secara tidak sadar menghabiskan tabungan keluarga. Maklumnya, uang ini digunakan untuk membeli barang favorit atau mata uang di dalam game untuk "gacha". Sistem seperti judi ini patut menjadi perhatian utama bagi orang tua yang memperbolehkan anaknya, yang pemikirannya belum matang, untuk bermain game dengan model belanja tersebut.
Menurut beragam sumber, banyak kasus yang melaporkan tentang anak kecil yang menghabiskan hingga jutaan rupiah untuk beberbelanja di dalam game. Demi mencegah hal ini, terdapat 5 cara yang bisa Ayah dan Bunda terapkan kepada anak saat diperbolehkan bermain game.
1. Aktifkan Pengaturan "Parental Control"
Hampir semua perangkat (baik ponsel, maupun konsol game) saat ini memiliki pengaturan khusus bagi orang tua untuk mengendalikan konten yang dapat dilihat dan diakses anak mereka. Beberapa perusahaan juga menyediakan 'panduan orang tua' yang layak dibaca karena mencantumkan beragam fitur kendali dari orang tua yang tersedia.
Pengaturan kontrol orang tua, atau parental control, dapat mengatur konten berdasarkan peringkat usia atau membatasi waktu penggunaan layar. Khususnya untuk sistem top-up yang orang tua harus manfaatkan dalam membatasi atau melarang pembelian dalam game/aplikasi supaya tidak digunakan oleh anak-anak.
Berikut ini adalah panduan orang tua yang disediakan berbagai platform:
- Perangkat Android yang menggunakan Google Play Store
- Perangkat Apple iOS (iPhone, iPad, dll.)
Meski tidak mudah untuk diikuti, bantuan dari panduan ini dapat langsung mengendalikan dan memutuskan kapan pembelian dilakukan. Relatif terhadap jenis perangkat dan pengaturan, akun anak memiliki kemungkinan untuk tidak dapat melakukan proses transaksi, atau dapat diatur untuk memberi notifikasi verifikasi pembelian ke dalam ponsel milik orang tua.
2. Perhatikan Label Rating Game
Berbagai platform pengunduh game memiliki sistem rating tersendiri; ada yang berdasarkan ulasan pengguna, dan yang menggunakan sistem nasional/internasional seperti ESRB, PEGI, dan IGRS.
Pada umumnya, kategori game dipisah tergantung pada usia. Berdasarkan IGRS, usia tersebut dibagi menjadi 3+, 7+, 12+, 15+, dan 18+. Bentang usia ini mengktegorikan game yang memiliki konten untuk audiens yang memiliki kendali atas dirinya, seperti adegan dewasa dan sistem belanja yang mirip judi.