Sejarah Nama Kelurahan Petir Kota Tangerang

Ilustrasi Hujan
Sumber :
  • VIVA

VIVA Tangerang – Selama bertahun-tahun, nama Petir yang melekat pada salah satu kelurahan di Kecamatan Cipondoh kerap diasosiasikan dengan fenomena alam berupa kilat atau sambaran petir. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Sejarah mencatat bahwa nama Kelurahan Petir justru lahir dari tradisi komunikasi masyarakat Betawi tempo dulu yang sarat dengan kearifan lokal.

img_title Bocah 2 Tahun Terjebak 5 Jam di Kamar Terkunci di Ciledug, Damkar Turun Tangan

Dilansir laman resmi Pemkot Tangerang, fakta menarik ini terungkap dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin. Dalam catatannya, Burhanudin menjelaskan bahwa sebelum dikenal sebagai kelurahan mandiri, wilayah Petir merupakan bagian dari Kampung Gondrong. Secara administratif, Kelurahan Petir baru resmi berdiri setelah pemekaran Kecamatan Cipondoh melalui Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2000. Menariknya, penamaan Petir pada masa lalu hanya merujuk pada wilayah kecil yang kini berada di RW 03.

Asal-usul nama Petir ternyata berakar dari istilah “petitir”, yakni bunyi titir atau lesung kayu yang ditabuh sebagai penanda atau isyarat darurat. Pada masa lalu, ketika terjadi peristiwa genting seperti keributan atau tindak kekerasan, masyarakat akan menabuh titir sebanyak tiga kali untuk memanggil warga sekitar. Seiring waktu, penyebutan petitir mengalami penyederhanaan lidah dan berubah menjadi Petir.

img_title Cuaca Tangerang Sepekan: Hujan Ringan Berpotensi Turun hingga Kamis

Hal ini diperkuat oleh fakta linguistik masyarakat Betawi setempat yang tidak menggunakan kata “petir” untuk menyebut kilat. Mereka lebih akrab dengan istilah geledek atau geludug. Karena itu, penamaan Petir tidak berkaitan sama sekali dengan cuaca atau fenomena alam, melainkan berasal dari kebiasaan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Wilayah Petir pada masa lalu dikenal sebagai kawasan yang banyak dihuni para jawara dan tokoh masyarakat. Kondisi tersebut membuat penggunaan titir menjadi sangat dominan sebagai alat komunikasi tradisional. Dari sinilah, sebutan Kampung Petir semakin melekat dan akhirnya diresmikan sebagai identitas wilayah.

img_title Pemkot Tangerang Hadirkan Pojok Kerja, Pencari Kerja Bisa Lamar Langsung Setiap Jumat

Selain dikenal sebagai kampung para jawara, Petir juga memiliki reputasi kuat sebagai kampung para guru. Banyak tokoh pendidikan lahir dari kawasan ini, mulai dari guru agama, guru sekolah, hingga guru mengaji. Tradisi keilmuan yang mengakar kuat menjadikan Petir sejajar dengan Kampung Pinang sebagai wilayah yang melahirkan banyak pendidik di Kota Tangerang.

Halaman Selanjutnya
img_title