Harga Emas Antam Terus Turun, Kini Rp2,267 Juta per Gram

Ilustrasi Emas Logam Mulia Antam.
Sumber :
  • VIVA

VIVA Tangerang – Harga emas Antam kembali mengalami penurunan pada Rabu, 29 Oktober 2025, setelah tren penurunan sejak 25 Oktober. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas 1 gram kini berada di angka Rp2.267.000, turun Rp15.000 dari harga sebelumnya yang tercatat Rp2.282.000 per gram.

img_title 10 Bisnis Potensial dengan Modal Rp5 Juta, Cocok untuk Pemula yang Ingin Cuan

Harga jual kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan, menjadi Rp2.132.000 per gram dari sebelumnya Rp2.147.000. Emas batangan dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram), sehingga investor dan kolektor memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan.

Transaksi pembelian emas batangan dikenakan potongan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Sedangkan PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

img_title Harga Emas Antam Naik Tipis pada 19 Oktober 2026, Simak Daftar Lengkapnya

Berikut harga emas Antam per pecahan gramasi pada Rabu, 29 Oktober 2025: untuk 0,5 gram Rp1.183.500, 1 gram Rp2.267.000, 2 gram Rp4.474.000, 3 gram Rp6.686.000, 5 gram Rp11.110.000, 10 gram Rp22.165.000, 25 gram Rp55.287.000, 50 gram Rp110.495.000, 100 gram Rp220.912.000, 250 gram Rp552.015.000, 500 gram Rp1.103.820.000, dan 1.000 gram Rp2.207.600.000.

Setiap pembelian emas batangan juga disertai dengan bukti potong PPh 22, di mana potongan pajak untuk pembelian emas adalah 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Kebijakan ini berlaku untuk memastikan kepatuhan perpajakan sekaligus memberikan transparansi bagi konsumen.

img_title Harga Emas Antam Stabil Hari Ini 14 Oktober 2026

Penurunan harga emas Antam ini terjadi di tengah fluktuasi pasar logam mulia global, dan menjadi perhatian para investor serta kolektor yang mengikuti pergerakan harga emas sebagai instrumen investasi yang relatif stabil.