Emas Antam Terus Meroket, Tembus Rp2,453 Juta per Gram pada Jumat
- VIVA
VIVA Tangerang – Tren kenaikan harga emas Antam belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Pada Jumat (12/12), harga emas batangan keluaran PT Antam Tbk kembali mencatat penguatan signifikan sebesar Rp22.000 per gram, membuat harganya kini mencapai Rp2.453.000 per gram. Lonjakan ini sekaligus melanjutkan reli kenaikan yang sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Kenaikan harga di pasar ritel tersebut diikuti oleh penguatan harga jual kembali (buyback) emas Antam yang kini berada di level Rp2.313.000 per gram. Keduanya menunjukkan bahwa minat dan nilai aset emas masih berada pada tren positif menjelang akhir tahun.
Sebagaimana tercatat di laman resmi Logam Mulia, emas Antam tetap tersedia dalam berbagai pecahan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Harga tiap pecahan turut menyesuaikan kenaikan yang terjadi pada perdagangan hari ini, di mana pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp1.276.500, sementara pecahan terbesar 1.000 gram dibanderol Rp2.393.600.000.
Selain mengikuti dinamika harga global, transaksi emas baik pembelian maupun penjualan kembali juga dikenakan ketentuan perpajakan sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk pembelian emas batangan, pemegang NPWP akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen, sementara pembeli tanpa NPWP dikenakan tarif dua kali lipat menjadi 0,9 persen. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti pemotongan PPh 22 sesuai regulasi yang berlaku.
Adapun untuk penjualan kembali (buyback) emas ke PT Antam Tbk dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta, tarif PPh 22 yang diberlakukan adalah 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pemotongan pajak tersebut dilakukan langsung dari nilai buyback yang diterima oleh pelanggan.
Lonjakan harga emas yang kembali mencetak rekor membuat instrumen logam mulia ini kian diminati masyarakat. Selain menjadi aset lindung nilai, emas juga dianggap aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan harga yang terus merangkak naik, sejumlah analis memperkirakan tren positif ini masih dapat berlanjut apabila situasi pasar internasional belum menunjukkan tanda stabil.