Agar Aman dan Nyaman, Ini Tips Hiking Bersama Anak

Ilustrasi hiking bersama anak
Sumber :
  • iStock

Tangerang – Selain menyehatkan tubuh, aktivitas hiking bisa meningkatkan kreativitas, melatih kesabaran, dan membangun ikatan yang lebih kuat antara orang tua dan anak. 

img_title Harus Sering Dilakukan, 5 Kebiasaan Ini Bikin Rumah Tangga Bahagia

Dulu, mungkin banyak yang ragu untuk mengajak anak-anak hiking. Namun, seiring berjalannya waktu, makin banyak keluarga yang menikmati petualangan bersama. Buat kamu yang berencana hiking keluarga saat liburan akhir tahun nanti, simak tips hiking bersama anak berikut ini yang dikutip dari wilderness.

1.Tentukan rute pendakian yang mudah  

img_title Tren Baru di Kalangan Gen Z, Ini yang Harus Disiapkan untuk Pendakian Tektok

Untuk kali pertama, pilih pendakian yang tidak terlalu panjang atau terlalu berat jalurnya. Memilih jalur yang memiliki beberapa fitur baik itu danau, sungai dan air terjun, membuat anak-anak sibuk dan memberi mereka tujuan untuk dicapai. 

2.Rencanakanlah banyak waktu  

img_title Trekking ke Empat Curug di Leuwi Hejo

Anak-anak adalah penjelajah alam dan ingin mengambil dan menyentuh apa saja. Ada begitu banyak alam yang dapat dijelajahi dan diteliti anak-anak pastikan mereka punya waktu untuk mengisi waktu luang mereka.

3.Persiapkan segala sesuatunya 

Berlaku untuk pendakian apa pun, terlepas dari apakah mengajak anak-anak atau tidak. Selalu pastikan untuk membawa beberapa perlengkapan seperti tisu basah, pelembab bibir, teropong, kaca pembesar, buku panduan lapangan (untuk menunjukkan sesuatu kepada anak-anak), kamera dan peluit pengaman untuk setiap anak.

4.Berpakaianlah dengan baik

Pastikan membawa pakaian ganti untuk berjaga-jaga jika anak kedinginan saat berada di jalan setapak. Selalu bawa jas hujan dan jaket untuk menahan angin. Jangan lupa topi dan sarung tangan untuk semua orang bahkan di musim panas, pagi hari bisa terasa dingin. 

Pastikan anak-anak memiliki sepatu hiking yang memadai, tergantung pada medannya, mulai dari sandal hingga sepatu bot hiking berukuran kecil. 

5.Rencanakan pos pemberhentian untuk mengisi energi secara berkala

Mendaki gunung membutuhkan banyak energi. Anak-anak yang kekurangan energi sering kali disamakan dengan anak-anak yang rewel. Jaga agar anak tetap senang dan termotivasi dengan mengambil beberapa kali jeda kecil untuk minum dan makan. 

Kemungkinannya, setelah makan camilan itu, anak-anak akan bersemangat untuk melanjutkan perjalanan. Bawa juga berbagai camilan untuk berjaga-jaga jika anak memilih makanan di jalan setapak.

Halaman Selanjutnya
img_title