Bukan Sekadar Pedas, Kimchi Kini Rahasia Usus Sehat Dunia

Kimchi untuk kesehatan usus.
Sumber :
  • Pinterest

VIVA Tangerang – Pernahkah Anda mendengar tentang kimchi? Makanan fermentasi khas Korea Selatan sudah ada selama berabad-abad dan terkenal sebagai pelengkap hidangan. Namun kini kimchi mendapat pengakuan internasional sebagai "superfood" untuk kesehatan usus. 

img_title Kenapa Setelah Makan Siang Berat Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Dalam Pedoman Diet Warga Amerika 2025–2030 diterbitkan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerikat Serikat (HHS) serta Departemen Pertanian AS (USDA), kimchi dinobatkan sebagai salah satu menu yang mendukung keseimbangan mikrobiota usus dengan menjaga keanekaragaman mikrobioma. Pengakuan tersebut menempatkan kimchi setara dengan makanan fermentasi lainnya seperti kefir, sauerkraut, dan miso. 

Mikrobioma usus mengacu pada kumpulan bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya yang hidup di saluran pencernaan. Berdasarkan laporan The Korea Herald, kestabilan bakteri baik di dalam usus ternyata tidak hanya mempengaruhi pencernaan, tetapi juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, metabolisme, bahkan kesehatan otak. Lalu, bagaimana kimchi dapat mendukung tubuh kita? Yuk, kita simak penjelasannya lebih lanjut.

img_title Oktober 2026 Jadi Batas Akhir: Produk Makanan hingga Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal di Indonesia

Di sinilah pentingnya peran kimchi. Kimchi terbuat dari bahan utama sayuran seperti kubis napa dan lobak dengan dicampur bawang putih, cabai, kucai, jahe, serta garam. Selama proses fermentasi tersebut, memicu pertumbuhan bakteri asam laktat alami. Bakteri tersebut menurunkan tingkat keasaman dan menciptakan mikroba baik di dalam usus.

Kubis mengandung vitamin B6, C, K, folat, serta kalsium, kalium, dan magnesium. Bumbu tambahan pun memberi manfaat seperti bawang putih kaya mangan, cabai mengandung vitamin B6, serta kucai tinggi vitamin A.

img_title Pintu Rahasia Diduga Ditemukan di Piramida Menkaure, Giza

Penelitian dari World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa jumlah bakteri asam laktat dalam kimchi mengalami peningkatan pesat selama proses fermentasi. Pada tahap awal, totalnya sekitar 100.000 per gram, lalu melonjak lebih dari 100 juta per gram ketika kimchi matang. 

Selain mengandung mikroba hidup, kimchi juga memiliki kandungan serat yang melimpah dari bahan sayuran. Serat ini berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi bakteri usus. Ketika bakteri mengurai serat tersebut, tubuh mendapatkan senyawa bermanfaat untuk mendukung kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara serat dan mikroba hidup dalam makanan fermentasi, lebih efektif memengaruhi keseimbangan mikrobioma usus dibandingkan hanya mengonsumsi serat atau probiotik saja.

Halaman Selanjutnya
img_title