Tetap Bugar Selama Ramadan, Ini Tips Olahraga Aman dan Efektif Saat Berpuasa
- VIVA
VIVA Tangerang – Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan bukan berarti harus menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya. Justru, olahraga yang dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat dapat membantu tubuh tetap bugar, menjaga stamina, serta mencegah rasa lemas selama berpuasa. Kuncinya adalah menyesuaikan intensitas, durasi, dan jenis olahraga agar sejalan dengan kondisi tubuh yang tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman sepanjang hari.
Salah satu hal terpenting dalam berolahraga saat puasa adalah memilih waktu yang tepat. Waktu paling ideal biasanya adalah menjelang berbuka puasa atau setelah berbuka. Berolahraga ringan 30–60 menit sebelum berbuka memungkinkan tubuh segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi setelah aktivitas fisik selesai. Sementara itu, olahraga setelah berbuka bisa dilakukan dengan kondisi tubuh yang sudah terhidrasi, sehingga risiko dehidrasi dan kelelahan dapat diminimalkan.
Selain waktu, pemilihan jenis olahraga juga perlu diperhatikan. Saat berpuasa, sebaiknya fokus pada olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, bersepeda santai, yoga, atau peregangan. Jenis olahraga ini membantu menjaga kebugaran tanpa menguras terlalu banyak energi. Jika ingin melakukan latihan kekuatan, gunakan beban ringan dan kurangi jumlah repetisi agar tubuh tidak bekerja terlalu berat.
Durasi olahraga saat puasa juga sebaiknya disesuaikan. Tidak perlu memaksakan diri berolahraga terlalu lama seperti di hari-hari biasa. Cukup 20–30 menit sudah cukup untuk menjaga kebugaran tubuh. Olahraga yang terlalu lama justru berisiko menyebabkan kelelahan berlebihan, pusing, hingga menurunnya konsentrasi saat menjalani ibadah puasa.
Asupan nutrisi saat sahur dan berbuka memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas olahraga selama Ramadan. Pastikan sahur diisi dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta lemak sehat. Karbohidrat kompleks membantu menjaga energi lebih lama, sementara protein berperan dalam pemulihan otot. Saat berbuka, awali dengan cairan dan makanan ringan sebelum mengonsumsi makanan utama agar tubuh tidak kaget.
Hidrasi juga menjadi faktor krusial. Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh cepat lelah dan meningkatkan risiko cedera saat berolahraga. Oleh karena itu, manfaatkan waktu antara berbuka hingga sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minum air putih secara bertahap dan hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat memicu dehidrasi.