Kebocoran Data Guncang Coupang, Puluhan Juta Akun Terancam
- KBS World Indonesian
VIVA Tangerang – Pada Selasa (18/11/2025) lebih dari 33,7 juta akun pelanggan Coupang kini terancam, setelah adanya kebocoran data besar-besaran yang mengungkap informasi pribadi pelanggan. Insiden ini mengejutkan publik sehingga pemerintah Korea Selatan langsung menggelar rapat darurat untuk menangani kasus tersebut.
Menurut laporan The Fact Korea, kebocoran data ini terjadi akibat tindakan seorang mantan karyawan Coupang yang berhasil mengakses dan mencuri informasi pelanggan menggunakan kunci keamanan yang dicuri. Mereka telah ditemukan bukti forensik berupa bukti sidik jari digital, dan telah menemukan semua perangkat yang digunakan untuk membocorkan data pelanggan.
Coupang menegaskan bahwa meskipun data telah terakses tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa informasi tersebut diteruskan ke pihak ketiga atau digunakan untuk tujuan jahat lainnya. Mereka juga mengonfirmasi bahwa dari 33 juta akun yang terdampak, hanya sekitar 3.000 akun yang menyimpan data pribadi, seperti nama, email, nomor telepon, alamat, dan beberapa informasi terkait pesanan.
Pihak perusahaan juga telah mengamankan perangkat yang digunakan oleh pelaku, termasuk media penyimpanan, untuk memastikan tidak ada kebocoran lebih lanjut. Meskipun demikian, insiden ini tetap menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan konsumen mengenai bagaimana perusahaan mengelola dan melindungi data pribadi mereka.
“Si pembocor menggunakan kunci keamanan yang dicuri untuk mengakses informasi dasar dari 33 juta akun pelanggan, dan hanya sekitar 3.000 akun yang benar-benar menyimpan informasi pelanggan (nama, email, nomor telepon, alamat, dan beberapa informasi pesanan). Sebanyak 2.609 kode akses umum diidentifikasi termasuk di dalamnya.” ujar pejabat Coupang, mengutip The Fact Korea pada Jumat, (26/12/2025).
Divisi Investigasi Siber Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, pada Minggu (21/11/2025), telah menerima bukti yang diserahkan oleh Coupang. Namun, pihak kepolisian tidak langsung menerima bukti tersebut begitu saja. Mereka langsung melakukan pemeriksaan mendalam untuk memverifikasi hasil penyelidikan internal Coupang, termasuk memeriksa bukti-bukti yang diserahkan, seperti pernyataan tertulis dari pelaku dan laptop yang diduga digunakan dalam kejahatan tersebut.
"Pada tanggal 21, kami menerima penyerahan bukti secara sukarela dari Coupang, termasuk pernyataan tertulis dari tersangka dan sebuah laptop yang diduga digunakan dalam kejahatan tersebut," Ujar kepolisian Metropolitan Seoul, mengutip The Fact Korea pada Jumat, (26/12/2025).