Update WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon

Ilustri kapal nelayan
Sumber :
  • Freepik/rawpixel

Tangerang – Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan diculik oleh bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah, pada Senin (12/1/2026) waktu setempat.

img_title Kemlu RI Intensifkan Koordinasi dengan WNI di Timur Tengah, Imbau Tetap Waspada

Penculikan terjadi ketika kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut sekitar 7 mil laut tenggara Equata.

Pelaku yang terdiri dari tiga pria bersenjata kemudian menculik sembilan awak kapal yang terdiri dari empat WNI dan lima warga negara China.

img_title Jadi Ketua Development Eight Periode 2026-2027, Indonesia Luncurkan Logo D-8 Baru

Sementara itu, sebanyak enam awak kapal lainnya yang terdiri dari WNI, WN China, dan WN Burkina Faso, bertahan di kapal.

"Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim," ujar Kepala Staf Angkata Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, dikutip dari Antara, Selasa (13/1/2026).

img_title Indonesia Kecam Keras Pengepungan RS Indonesia oleh Militer Israel di Gaza Utara

Terkait hal itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa sejumlah WNI jadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan dua WNI yang tidak diculik dalam kondisi aman.

"Tiga awal kapal yang tidak diculi, termasuk dua WNI, saat ini dalam kondisi aman dan telah dikawal AL Gabon menuju Libreville," ujar Heni dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Pemerintah Gabon sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembajakan tersebut.

Kemlu terus melakukan upaya penyelamatan awak kapal yang diculik dan berkoordinasi dengan otoritas setempat serta perusahaan tempat WNI bekerja.

"Upaya yang dilakukan antara lain untuk mempercepat penyelamatan awak kapal yang diculik, memperoleh informasi terkini mengenai kondisi kesehatan para WNI, serta memastikan hak-hak ketenagakerjaan para ABK WNI dan keluarganya tetap terpenuhi," jelas Heni.