Pondok Pesantren Jadi Sorotan, Ini Pesan Menag Nasaruddin Umar

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar
Sumber :
  • Times Indonesia

VIVA Tangerang – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, kembali menegaskan pentingnya menjaga marwah pondok pesantren di Indonesia. Dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025, Menag meminta seluruh pihak untuk menghindari narasi negatif atau stigma yang menyesatkan mengenai kehidupan pesantren. Ia menekankan bahwa pesantren telah berperan selama ratusan tahun sebagai institusi yang mendidik generasi bangsa, membentuk karakter, serta menjadi benteng moral yang melahirkan ulama, pemimpin, dan tokoh nasional.

img_title Puncak Hari Santri 2026 di Kota Tangerang Meriah, Hadiah Umrah Jadi Sorotan

Menag menyampaikan keprihatinannya terkait pemberitaan dan tayangan media yang menempatkan pesantren dalam perspektif negatif. Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama semata, melainkan juga pusat pembentukan nilai-nilai moral, akhlak, dan kemanusiaan. “Sekian ratus tahun pondok pesantren berkiprah mendidik masyarakat Indonesia agar menjadi manusia yang beradab, hingga mengkristal dalam nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” jelas Menag. Ia menegaskan bahwa menjaga marwah pesantren merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Kecaman publik belakangan ini muncul setelah salah satu program televisi menayangkan narasi satir yang dinilai merendahkan tradisi pesantren, termasuk potongan tayangan yang menyebut “santri minum susu saja harus jongkok.” Tayangan tersebut memicu gelombang protes dari masyarakat, komunitas pesantren, dan tokoh pesantren, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo, yang menuntut klarifikasi, permintaan maaf terbuka, serta penarikan tayangan yang menyinggung kehidupan santri. Menanggapi hal ini, pihak stasiun televisi kemudian menyampaikan permohonan maaf secara publik kepada masyarakat dan para kiai pesantren.

img_title Wamenag Ungkap Rencana Materi Anti-LGBTQ di Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Menag menghargai tradisi memaafkan yang kuat dalam budaya pesantren. Ia yakin, para kiai dan santri akan memaafkan insiden tersebut sebagai bagian dari sikap bijaksana yang menjadi ciri khas pesantren. Menag juga menyebutkan bahwa dirinya akan bertolak ke Jawa Timur untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan sejumlah pondok pesantren, memperkuat hubungan serta memastikan pesantren tetap berada pada jalur pembinaan moral dan pendidikan yang benar.

Dalam penjelasannya, Menag menekankan bahwa pesantren selama berabad-abad telah menjadi tonggak penting dalam membentuk masyarakat yang santun, taat, dan beradab. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan ini bahkan semakin meningkat, terbukti dengan banyaknya orang tua yang memilih memasukkan anaknya ke pondok pesantren. Tradisi pesantren, menurut Menag, juga melahirkan budaya hormat anak kepada orang tua, yang secara luas membentuk masyarakat yang beretika dan beradab.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Bekukan Sementara Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi