Video Game Ini Dapat Melatih Kemampuan Anak di Bidang Sains
- University of Georgia
VIVA Tangerang - Peneliti di Universitas Georgia menciptakan sebuah video game edukatif yang dirancang untuk membantu anak-anak Sekolah Dasar mempelajari kesehatan serta anatomi tubuh manusia. Dikutip dari Futurity pada Selasa (16/12), para peneliti mengembangkan permainan berjudul “Virtual Vet”, yang melalui proses pengujian selama tujuh tahun dengan tiga versi berbeda untuk menemukan format paling sesuai bagi anak usia dini.
Kepala peneliti sekaligus asisten profesor di Mary Frances Early College of Education, University of Georgia, Georgia Hodges, mengatakan bahwa anak-anak membutuhkan dukungan kemampuan dasar sebelum bisa memahami sains dengan baik. “Agar anak-anak bisa mengakses materi ini, kita harus mendukung kemampuan matematika dan literasi mereka. Dan itu bukanlah desain awal dari permainan kami,” ujar Hodges.
Pada tahap awal, Virtual Vet hanya dirancang sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, seiring berjalannya penelitian, tim menyadari bahwa pemahaman matematika dan literasi menjadi fondasi penting sebelum anak-anak mampu mencerna konsep sains yang lebih kompleks.
“Desain awal permainan kami sepenuhnya tentang sains. Namun, yang kami pelajari adalah bahwa kemampuan matematika dan literasi harus diperkuat terlebih dahulu. Setelah itu, anak-anak dilatih untuk menganalisis dan menafsirkan data. Barulah kemudian pembelajaran sains bisa berjalan efektif,” jelasnya.
Kemampuan mengumpulkan data, menganalisis, serta menarik kesimpulan berdasarkan bukti merupakan inti dari setiap bidang ilmu pengetahuan. Meski demikian, ketiga hal tersebut sering kali menjadi tantangan besar bagi siswa sekolah dasar.
Dalam Virtual Vet, murid berperan sebagai asisten dokter hewan yang mengamati dua ekor kucing bernama Cookies dan Cream. Cream digambarkan sebagai kucing yang sehat dan aktif, sementara Cookies merupakan kucing dengan kelebihan berat badan dan cenderung malas. Pemain ditugaskan untuk mencari tahu kondisi kesehatan Cookies serta menentukan langkah-langkah yang diperlukan agar kucing tersebut dapat kembali sehat.
Melalui permainan ini, anak-anak tidak hanya diminta menghafal fakta, tetapi juga mengumpulkan bukti, menganalisis data, dan menafsirkannya untuk memperoleh informasi yang tepat. Meski sekilas terdengar seperti tugas sekolah pada umumnya, pendekatan berbasis cerita membuat permainan ini jauh lebih menarik. Anak-anak diajak membantu dua kucing lucu dalam menjaga dan memulihkan kondisi kesehatannya.