Dari Aurora sampai Supermoon, Fenomena Astronomi Warnai Tahun 2026

Ilustrasi Aurora
Sumber :
  • Freepik

VIVA Tangerang – Tahun 2026 dijadwalkan menjadi tahun yang penuh dengan kejutan bagi pengamat langit di seluruh dunia. Beragam fenomena astronomi langka, termasuk supermoon, parade planet, hujan meteor, hingga gerhana matahari total, diperkirakan akan menghiasi langit malam sepanjang tahun. Para astronom dan pecinta langit dapat menantikan beragam pemandangan spektakuler yang dapat diamati dengan mata telanjang maupun dengan alat bantu ringan.

img_title Polisi Selamatkan Induk dan Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

melansir dari laman National Geographic Kamis (25/12/2025), Berikut rangkuman peristiwa astronomi sepanjang 2026:

Supermoon beriringan dengan Jupiter - 3 Januari

img_title Prancis Siaga Maksimum Jelang Demo 24 Oktober, Pasukan Keamanan Ditambah

Fenomena supermoon akan membuka awal 2026 pada Sabtu malam dengan pemandangan Bulan purnama yang tampak lebih terang dan lebih besar saat berdekatan dengan planet Jupiter. Kondisi ini terjadi karena Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi atau perigee, sehingga cahaya Bulan terlihat lebih kuat dibanding purnama biasa. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah saat Bulan terbit bertepatan dengan matahari terbenam karena posisi rendah di cakrawala menciptakan ilusi visual yang membuat ukurannya tampak membesar.

Parade Enam Planet di Langit - Akhir Februari

img_title Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan 99 Persen Lewat Program Satu Orang Satu Rekening

menampilkan penyelarasan enam planet yang dikenal sebagai parade planet dan dapat diamati sesaat setelah matahari terbenam. Venus, Merkurius, dan Saturnus terlihat rendah di langit barat dalam posisi berdekatan dan bisa disaksikan langsung tanpa alat bantu. Neptunus juga berada di area yang sama, namun perlu teleskop untuk melihatnya. Pengamat disarankan menunggu hingga matahari benar benar terbenam sebelum mengarahkan alat optik ke arah barat. 

Gerhana Bulan Total - 3 Maret

Bulan tampak merah tembaga atau dikenal sebagai bulan darah. Fenomena ini terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya, sementara cahaya merah dan oranye membelok melalui atmosfer. Gerhana ini dapat disaksikan di sebagian besar Amerika, kawasan Pasifik, Asia, dan Oseania, dengan pemandangan terbaik di Amerika Serikat bagian barat, Kanada, kepulauan Pasifik, dan Selandia Baru. Sebagian wilayah AS tetap bisa melihat fase bulan darah meski terpotong matahari terbit. 

Aurora semakin kuat - 20 Maret

Halaman Selanjutnya
img_title