Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Kini Rp2,343 Juta per Gram

Ilustrasi Emas Logam Mulia Antam.
Sumber :
  • VIVA

VIVA Tangerang – Harga emas batangan PT Antam Tbk mengalami kenaikan pada Rabu, 19 November 2025. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga jual emas naik Rp21.000 dari posisi sebelumnya Rp2.322.000 menjadi Rp2.343.000 per gram. Kenaikan harga ini disertai dengan peningkatan harga buyback atau penjualan kembali, yang kini berada di angka Rp2.204.000 per gram.

img_title Harga Emas Antam Hari Ini Senin 26 Oktober 2026 Stabil

Emas Antam dijual dalam berbagai gramasi mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram), memberikan fleksibilitas bagi investor ritel maupun institusi untuk berinvestasi sesuai kebutuhan. Transaksi pembelian emas batangan dikenakan potongan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

Untuk pembelian di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Sementara untuk transaksi buyback, PPh 22 dipotong langsung dari total nilai buyback.

img_title 10 Bisnis Potensial dengan Modal Rp5 Juta, Cocok untuk Pemula yang Ingin Cuan

Harga pecahan emas batangan Antam yang berlaku hari ini dimulai dari Rp1.221.500 untuk 0,5 gram, Rp2.343.000 untuk 1 gram, Rp4.626.000 untuk 2 gram, dan Rp6.914.000 untuk 3 gram. Ukuran lebih besar, seperti 5 gram, dijual Rp11.490.000, 10 gram seharga Rp22.925.000, serta 25 gram mencapai Rp57.187.000.

Harga emas dengan gramasi 50 gram berada di angka Rp114.295.000, 100 gram Rp228.512.000, 250 gram Rp571.015.000, 500 gram Rp1.141.820.000, dan 1.000 gram seharga Rp2.283.600.000.

img_title Harga Emas Antam Naik Tipis pada 19 Oktober 2026, Simak Daftar Lengkapnya

Potongan pajak untuk pembelian emas batangan mengikuti aturan PMK, dengan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap pembelian disertai bukti potong PPh 22, yang menjadi dokumen resmi bagi investor dan pelaporan pajak.

Kenaikan harga emas Antam ini menunjukkan tren positif bagi investor logam mulia di tengah kondisi pasar global yang fluktuatif. Emas tetap menjadi instrumen investasi yang aman dan likuid, terutama untuk diversifikasi portofolio dan lindung nilai terhadap inflasi.