Hacker Memanfaatkan Sale untuk Retas Akun Platform Game pada 2025

Ilustrasi Game Online
Sumber :
  • Freepik

VIVA Tangerang – Analis Konten Web Senior, Kaspersky Olga Altukhova mengungkapkan bahwa peretas siber atau hacker pada tahun ini menggunakan periode belanja musiman (seasonal sale) untuk menyebarkan halaman phising untuk mengumpulkan data pribadi dan riwayat pembayaran.

img_title Tips Menjalani Puasa Ramadan agar Tetap Produktif Sepanjang Hari

"Data tahun ini menunjukkan bahwa penyerang semakin beroperasi di seluruh ekosistem digital," ungkapnya pada Senin, 1 Desember 2025.

Seiring berjalannya waktu dan semakin canggih suatu teknologi, hacker yang ingin meretas juga semakin pintar. Meskipun sudah melakukan segala macam tindakan pencegahan, masih banyak celah yang dimanfaatkan oleh kelompok peretas yang tak bertanggung jawab untuk mengambil segala macam informasi dan barang digital yang dimiliki oleh pengguna media tertentu.

img_title Tiga Manfaat Kesehatan Puasa Ramadan yang Jarang Disadari, dari Tubuh hingga Mental

Mereka mengintip aktivitas pengguna di berbagai platform belanja, utamanya tempat membeli game secara online, aplikasi streaming, dan perangkat komunikasi, dengan mengadaptasi metode yang sesuai dengan lingkungan yang tidak asing.

Sepanjang tahun 2025, Kapersky Security Network (KSN) memperlihatkan data yang menampilkan total upaya phisisng yang diblokir oleh perusahaan selama periode Januari hingga Oktober 2025.

img_title Sampai Jumpa Super Sentai, Salam Kenal Gavan Infinity

Terdapat sebanyak 6,394,854 upaya phising yang menyamar sebagai toko online, bank dan sistem pembayaran, dengan 48,2 persen mengincar media belanja online, serta lebih dari 20 juta upaya serangan, termasuk 18,56 juta yang menyalahgunakan media sosial Discord.

Ancaman phising menyebar luas ke media e-commerce. Kapersky telah mendeteksi 2,054,336 percobaan phising yang menyamar sebagai platform game seperti Steam, Playstation, dan Xbox.

Aktivitas phising secara ekstentif juga menyalahgunakan media hiburan dengan 801,148 percobaan di Netflix dan 576,873 percobaan yang mirip di Spotify.

Malware yang menyamar sebagai perangkat luna (software) juga menampilkan upaya yang signifikan secara kuantitas, telah tercatat 20,188,897 percobaan untuk meretas, 18,556,566 terdeteksi memanfaatkan Discord,  14 kali lebih banyak dibanding dengan upaya tahun lalu.

Pengguna platform tersebut seharusnya tetap terlindungi secara keseluruhan agar aktivitas belanjanya tidak terganggu, dan bukan yang menghasilkan kerugian secara finansial karena data pribadi yang bocor.

"Bagi konsumen, hal ini menjadi kewaspadaan yang kosnisten dan keamanan dasar menjadi sangat penting, terutama selama periode aktivitas online yang meningkat," lanjutnya.