Ini Solusi Atasi Rematik yang Sering Dialami Usia Muda

Ilustrasi reumatik
Sumber :
  • iStock

Tangerang – Reumatik juga bisa menyerang seseorang yang masih usia muda dan produktif. Dilansir dari Webmd, rematik memang lebih sering muncul pada usia paruh baya, tetapi orang dewasa muda juga dapat mengalaminya. Sebanyak 8 dari 100.000 orang berusia 18 hingga 34 tahun bisa terkena rematik.

img_title Ini Efek Minum Air Putih Saat Perut Kosong di Pagi Hari. Salah Satunya Bikin Langsing!

Mengalami reumatik di usia muda tentu bukan kabar baik, usia dimana yang seharusnya bisa melakukan berbagai kegiatan dengan produktif dan aktif, malah harus meringis kesakitan akibat nyeri pada persendian.

Adapun gejala yang dialami oleh mereka yang terkena rematik, antara lain: merasakan kekakuan di pagi hari, kelemahan otot, panas dan nyeri di area persendian seperti lutut, sering merasa kelelahan, nyeri bisa menyebar ke area tubuh lain.

img_title Sering Kelelahan? Makanan Ini Bisa Atasi Nyeri di Tubuh

Cara Mengatasi Gejala Reumatik 

Setelah mengetahui faktor penyebab dan gejalanya, kini kamu perlu tahu cara mencegah atau mengatasi gejala reumatik saat usia muda.

img_title Memasuki Usia 40 Waspada Radang Sendi. Kenali Gejalanya!

1.Tetap aktif bergerak

Buat kamu yang mau sendi tetap sehat, olahraga low-impact seperti bersepeda, berenang, atau jalan kaki bisa jadi pilihan aman dan efektif untuk menjaga fungsi sendi. Sangat penting untuk tetap aktif bergerak dalam aktivitas sehari-hari, jangan mager dan terlalu lama rebahan atau duduk. Dengan menjaga kebugaran tubuh akan mencegah kekakuan pada sendi.

2.Konsumsi Makanan yang Kaya Omega-3 dan Asam Lemak

Omega-3 ini banyak ditemukan di ikan-ikan laut, seperti salmon, mackerel, dan sardin. Selain itu, biji labu, wijen, dan kacang-kacangan seperti walnut dan edamame juga kaya akan omega-3 lho. Bagi kamu yang flexitarian atau semi-vegetarian dapat mengonsumsi jenis kacang-kacangan tersebut atau memilih suplemen minyak ikan. Agar tidak memicu peradangan pada sendi, kamu juga perlu mengurangi porsi makan makanan olahan dan gorengan yang biasanya kaya akan lemak jenuh serta gula.