Kementerian Agama Siapkan 6.291 Posko Masjid Ramah di Jalur Mudik 2025

Ilustrasi Macet Mudik.
Sumber :
  • VIVA

VIVA Tangerang – Menyambut perayaan Idulfitri 1446 H/2025 M, Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia kembali mengambil langkah proaktif untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan para pemudik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan 6.291 posko yang berbasis masjid di berbagai jalur mudik yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Posko ini dirancang dengan konsep "Masjid Ramah", sebagai tempat bagi pemudik untuk beristirahat sejenak, beribadah, serta mendapatkan layanan yang diperlukan selama perjalanan mereka.

Tren Fashion Lebaran 2025: Gaya Modis dan Nyaman untuk Menyambut Idulfitri

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengungkapkan bahwa posko-posko ini akan beroperasi sepanjang waktu, termasuk 24 jam penuh, untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pemudik. Posko berbasis masjid ini tidak hanya menyediakan tempat untuk beristirahat, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet bersih, tempat wudu, serta area untuk rehat sejenak. Bahkan, beberapa posko juga akan menyediakan makanan dan minuman takjil bagi pemudik yang membutuhkan.

“Ada 6.291 posko berbasis Masjid Ramah yang telah kami siapkan di jalur-jalur mudik. Selain diimbau buka 24 jam, kami juga telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag di setiap provinsi untuk memastikan bahwa posko-posko tersebut dapat memberikan layanan terbaik. Toilet yang bersih, tempat wudu yang nyaman, serta makanan dan minuman untuk takjil akan tersedia di beberapa titik," ujar Abu Rokhmad dilansir laman resmi Kemenag, Rabu 26 Maret 2025.

Mudik Lebaran: Tradisi yang Mempererat Tali Keluarga di Indonesia

Abu Rokhmad menambahkan bahwa program ini merupakan wujud dari komitmen Kemenag untuk mendukung kelancaran arus mudik, sekaligus mewujudkan masjid sebagai tempat pelayanan bagi umat. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menginstruksikan Kemenag untuk berpartisipasi aktif dalam memastikan kenyamanan para pemudik, baik dalam perjalanan menuju kampung halaman maupun saat kembali.

"Program ini adalah implementasi dari Surat Edaran Menteri Agama No. 2 Tahun 2025, yang mengharuskan masjid-masjid untuk buka 24 jam demi membantu kelancaran arus mudik tahun ini. Kami mendorong seluruh jajaran Kementerian Agama dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di daerah untuk bekerja sama dengan baik dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Ini adalah bentuk nyata pelayanan keagamaan yang berdampak positif bagi umat," tambahnya.

Tren Makanan Khas Lebaran: Hidangan yang Menjadi Favorit di Tahun 2025

Selain itu, Abu Rokhmad juga mengungkapkan bahwa kontribusi masyarakat dan pihak-pihak terkait turut mendukung kelancaran program ini. Berbagai sumbangan, seperti makanan, minuman, sarung, cairan pembersih, hingga tenaga relawan, terus berdatangan dari berbagai kalangan untuk membantu memastikan bahwa posko-posko ini dapat berfungsi secara optimal.

Berdasarkan data dari Bimas Islam, terdapat 6.291 masjid yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia yang siap berfungsi sebagai posko mudik. Jumlah posko ini diperkirakan akan terus bertambah, mengingat adanya partisipasi aktif dari berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam menyukseskan program ini.

Berikut adalah sebaran jumlah posko Masjid Ramah di jalur mudik berdasarkan provinsi:

  1. Aceh – 261 Posko

  2. Riau – 510 Posko

  3. Sumatera Barat – 604 Posko

  4. Jambi – 150 Posko

  5. Sumatera Selatan – 381 Posko

  6. Bangka Belitung – 119 Posko

  7. Bengkulu – 47 Posko

  8. Lampung – 85 Posko

  9. Banten – 125 Posko

  10. Jawa Barat – 1.002 Posko

  11. Jawa Tengah – 429 Posko

  12. DI Yogyakarta – 207 Posko

  13. Jawa Timur – 394 Posko

  14. Kalimantan Selatan – 556 Posko

  15. Kalimantan Utara – 11 Posko

  16. Kalimantan Timur – 407 Posko

  17. Sulawesi Barat – 47 Posko

  18. Sulawesi Selatan – 307 Posko

  19. Sulawesi Utara – 166 Posko

  20. Gorontalo – 173 Posko

  21. Sulawesi Tenggara – 349 Posko

  22. NTT (Nusa Tenggara Timur) – 32 Posko

  23. Papua – 12 Posko

Dengan adanya posko-posko ini, Kemenag berharap dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi para pemudik yang menjalani perjalanan panjang menuju kampung halaman. Diharapkan, melalui kolaborasi antara berbagai pihak, program ini dapat membantu meringankan beban pemudik, sekaligus menjaga suasana religius dan khidmat selama perjalanan mudik.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga berharap agar seluruh masyarakat dapat mendukung program ini dengan partisipasi aktif, baik melalui penyediaan sumbangan maupun dengan menyebarkan informasi kepada pemudik lainnya. Dengan begitu, perjalanan mudik tahun ini bisa berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai posko-posko ini, masyarakat dapat mengakses berbagai kanal resmi Kemenag atau menghubungi pihak terkait di daerah masing-masing.