Netflix Sempat Incar EA Sebelum Akuisisi Warner Bros.
- adrenaline.com - Netflix dan EA (diedit)
VIVA Tangerang – Sebelum Netflix melakukan akuisisi terbesar dalam sejarah layar kaca dengan Warner Bros., mereka sempat ingin membeli salah satu perusahaan video game terbesar di dunia, yakni Electronic Arts Inc.
Dikutip dari Bloomberg pada Rabu (10/12), raksasa layanan streaming tersebut telah menjadi kekuatan besar dalam industri hiburan, seperti film dan televisi. Mereka berkembang pesat di berbagai pasar dan berencana untuk membangun taman hiburan untuk kedepannya.
Selain itu, Netflix dikabarkan sedang menjalani diskusi dan mempertimbangkan untuk membeli aset media besar yang ada di pasar dengan potensi penjualan, contohnya adalah Fox Entertainment dan Disney.
Mereka bahkan menanyakan raksasa video game Electronic Arts Inc. dalam ketersediaan menjual perusahaan mereka, yang didirikan sejak tahun 1982 dan telah tumbuh menjadi raja video game digital selama 3 dekade terakhir.
Jika Netflix melanjutkan aksinya dalam membeli EA, beberapa koleksi judul video game olahraga terbesar di pasar video game seperti Madden NFL, NBA 2k, UFC, dan seri FIFA (saat ini FC) akan menjadi milik Netflix.
Kendati demikian, pada akhirnya mereka tidak mendapatkan persetujuan pembelian dengan EA. Sebelumnya, EA sempat mencapai kesepakatan senilai 55 miliar dollar (Rp. 918.161 triliun) untuk masuk menjadi perusahaan swasta milik perusahaan Dana Investasi Publik (IPF) Arab Saudi yang didukung oleh beberapa kelompok investor. Kesepakatan ini dikabarkan masih menunggu persetujuan regulasi dan diprediksi rampung pada musim panas di tahun 2026.
Sebelumnya, Netflix dikabarkan ingin mengakuisisi Warner Bros. dan HBO Max sebagai konsolidasi kekuatan konten. Co-CEO dari Netflix, Greg Peters mengungkapkan bahwa konten dari dua perusahaan layar kaca yang memiliki propertil intelektual (IP) seperti Harry Potter dan Game of Thrones tersebut dapat melengkapi bisnis inti Netflix.
Meskipun sempat dikecam oleh publik, eksekutif Warner Bros. menilai Netflix sebagai perusahaan yang lebih solid dari beberapa aspek, seperti janji dalam menghormati komitmen dan konsistensi perilisan film di bioskop yang masih berjalan.
Terlepas dari hambatan regulasi dan taktik agresif yang dilontarkan Paramount, narasi yang dibangun Netflix dalam berperan sebagai perusahaan yang menyediakan konten Hollywood kualitas premiun ke adiuens global sembari menciptakan dan mempertahankan karya, mereka memberikan sudut pandang yang kokoh dan berkualitas kepada para penonton setia film layar kaca.