Steam Menegaskan Posisi AI dalam Pembuatan Game

Ilustrasi Steam
Sumber :
  • Steam

VIVA Tangerang – Pada beberapa minggu akhir tahun 2025, Steam menjadi tempat kontroversial karena masalah penggunaan AI dalam pembuatan game. Sebagai respon dari permasalahan ini, Steam baru-baru ini memperbarui formulir tentang kecerdasan buatan generatif.

img_title Pertama di Indonesia: Puskesmas dengan Teknologi OCR dan AI Prediktif untuk Kesehatan Ibu Hamil

Dikutip dari 80LV.com pada Senin (19/01/2026), formulir tersebut harus diisi oleh kreator game saat ingin menerbitkan karyanya di platform game tersebar itu. Persyaratan ini bertujuan untuk mengklarifikasi konten yang tidak dan seharusnya dianggap sebagai hasil dari AI, dan secara tidak langsung, menegaskan posisi Valve dalam kegaduhan ini.

Berdasarkan laporan GameDiscoverCo, formulir tersebut menunjukkan beberapa pertanyaan. Dua pertanyaan dalam persyaratan itu mengenai, apakah ada konten atau sistem di dalam game yang terbuat dengan bantuan AI? dan apakah permainan tersebut menghasilkan konten dari AI saat dimainkan?

img_title Aiman & Aisha Resmi Diluncurkan, Platform Literasi Keislaman Berbasis Teknologi AI

Formulir yang diperharui saat ini hanya berlaku untuk konten yang "dikonsumsi oleh pemain", termasuk, tetapi tidak terbatas pada, karya seni, audio, lokalisasi, narasi, materi pemasaran, materi yang muncul di halaman Steam sebuah game, dan semua jenis aset di Komunitas Steam.

Di saat yang sama, formulir tersebut mengkonfirmasi bahwa, Steam dan Valve tidak memiliki kepentingan atau hubungan dalam alat-alat berbasis AI yang tertanam dalam perangkat lunak, yang digunakan oleh kreator, dan tidak akan mensyaraktkan "peningkatan efisiensi" apa pun yang mungkin diperoleh kreator dari penggunaan alat-alat tersebut.

img_title 5 Rekomendasi Film Religi untuk Mengisi Akhir Pekan Selama Ramadan

Intinya, jika seorang kreator, misalnya, menggunakan chatGPT untuk pemeriksaan kode game, memanfaatkan AI generasi gambar hanya untuk ide kreasi seni, atau sekadar menggunakan alat dengan kecerdasan buatan yang digunakan untuk konten selain yang berinteraksi dengan pemain, maka kreator tersebut tidak perlu mencentang di halaman Steam yang menyatakan "Black Spot" yang banyak gamer anggap sebagai label penggunaan AI.

Di saat yang sama, hal ini tentu dapat terlihat sebagai perubahan yang bersifat "kosmetik". Berdasarkan laporan 80LV, sebelumnya Valve mungkin tidak pernah mewajibkan pengungkapkan penggunaan AI khusus untuk alur kerja pengembang ribuan game yang telah hadir di platformnya pada setiap tahun. Tetapi setidaknya sekarang telah tertulis bahwa penggunaan alat 3D tidak memerlukan pengungkapan hanya karena alat tersebut telah terintegrasi dengan Firefly, sejenis AI yang tertanam dalam perangkat lunak tersebut.