Waspada! Ini 9 Gejala Awal Kanker pada Usia Muda yang Sering Dianggap Sepele

Ilustrasi Depresi.
Sumber :
  • VIVA

VIVA Tangerang – Kanker selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok usia lanjut. Padahal, penyakit tersebut juga dapat menyerang orang dewasa muda, termasuk mereka yang berusia 20 hingga 30 tahun. Masalahnya, sejumlah gejala awal kanker sering kali tidak disadari karena dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa akibat kelelahan, stres, atau aktivitas yang padat.

img_title 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Meningkatkan Hormon Stres

Kondisi ini membuat sebagian anak muda terlambat memeriksakan diri ketika mengalami perubahan kesehatan yang berlangsung terus-menerus.

Dokter spesialis onkologi medis senior dari Indraprastha Apollo Hospitals, New Delhi, India, Dr Ankit Jain, menjelaskan bahwa usia muda bukan jaminan seseorang terbebas dari risiko kanker.

img_title Sering Dilakukan Sehari-hari, Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Memicu Hormon Stres Meningkat

Dalam wawancaranya dengan HT Lifestyle, Jain mengungkapkan bahwa gejala seperti kelelahan berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hingga rasa tidak nyaman yang berulang sering kali diabaikan.

Menurutnya, keluhan tersebut memang tidak selalu menunjukkan adanya kanker. Namun, apabila berlangsung lama atau terus berulang, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

img_title Jangan Dianggap Sepele! Dokter Ungkap 6 Gejala Kanker yang Sering Dikira Penyakit Ringan

9 Gejala Awal Kanker yang Perlu Diwaspadai

Gejala kanker dapat berbeda-beda, tergantung organ atau jaringan tubuh yang terkena. Pada tahap awal, tanda-tandanya bahkan bisa muncul secara samar sehingga sulit dikenali.

Dr Jain mengidentifikasi sembilan perubahan kondisi tubuh yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berlangsung selama beberapa minggu atau semakin memburuk.

Berikut sembilan gejala yang perlu diperhatikan:

  1. Berat badan turun tanpa sebab jelas. Penurunan berat badan secara drastis tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik perlu mendapat perhatian medis.

  2. Kelelahan berkepanjangan. Tubuh terus merasa lemas meskipun sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

  3. Muncul benjolan atau pembengkakan. Benjolan pada bagian tubuh tertentu perlu diperiksa, terutama jika tidak kunjung menghilang atau ukurannya bertambah.

  4. Batuk berkepanjangan atau perubahan suara. Batuk yang tidak kunjung sembuh maupun suara yang berubah dalam waktu lama perlu dievaluasi.

  5. Perdarahan atau memar tidak biasa. Perdarahan tanpa penyebab yang jelas atau tubuh mudah mengalami memar patut diwaspadai.

  6. Perut sering kembung dan terasa tidak nyaman. Gangguan perut yang berlangsung terus-menerus atau berulang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

  7. Perubahan kebiasaan buang air besar atau kecil. Perubahan pola buang air yang menetap tanpa alasan jelas sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan biasa.

  8. Sariawan atau luka kulit sulit sembuh. Luka pada mulut maupun kulit yang tidak kunjung pulih perlu mendapatkan perhatian.

  9. Pembengkakan kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar yang menetap, terutama tanpa penyebab infeksi yang jelas, perlu diperiksakan.

Halaman Selanjutnya
img_title