Strategi Hiring Anti-Biasa: Merekrut Orang yang Belum Tentu “Sesuai Posisi”

Ilustrasi Bisnis.
Sumber :
  • VIVA

4. Mendorong Lingkungan Kerja Eksperimen

Silent Business: Mengapa Bisnis yang Jarang Dipromosikan Justru Tahan Krisis

Dengan merekrut orang yang belum tentu sesuai posisi, perusahaan secara tidak langsung mendorong budaya eksperimen. Kandidat akan belajar menyesuaikan diri, mencoba pendekatan baru, dan menemukan cara untuk memberikan nilai tambah. Lingkungan seperti ini menumbuhkan karyawan yang adaptif, kreatif, dan mampu menghadapi perubahan cepat di pasar.

5. Risiko Terkelola dengan Mentoring dan Support

Tentu saja, strategi ini tidak bebas risiko. Kandidat yang belum sesuai posisi membutuhkan bimbingan, mentoring, dan support yang baik agar bisa berkembang. Perusahaan yang berhasil biasanya menyediakan program orientasi, pelatihan, dan pembelajaran berkelanjutan untuk memastikan transisi yang mulus dan performa maksimal.

6. Studi Kasus: Perusahaan Unicorn dan Hiring Anti-Biasa

Apakah Work-Life Balance Bisa Dicapai untuk Seorang Pengusaha?

Banyak perusahaan unicorn dunia, seperti Google dan Airbnb, diketahui menerapkan pendekatan hiring yang fleksibel. Mereka menilai kecocokan budaya, potensi pertumbuhan, dan kemampuan adaptasi lebih tinggi daripada kesesuaian deskripsi pekerjaan. Hasilnya: inovasi berkelanjutan, tim lintas disiplin yang kreatif, dan loyalitas karyawan yang tinggi.

Merekrut orang yang belum tentu sesuai posisi bukan sekadar eksperimen HR. Ini adalah strategi yang efektif untuk mendorong inovasi, fleksibilitas tim, dan pertumbuhan organisasi. Fokus pada potensi, diversifikasi perspektif, kemampuan transfer skill, budaya eksperimen, serta dukungan mentoring menjadi kunci sukses strategi hiring anti-biasa ini.

Start-up Tanpa Kantor: Keuntungan Bisnis Remote yang Jarang Disadari