Swedia dan Belanda Desak Uni Eropa Hentikan Perdagangan dengan Israel

Warga Palestina membawa jenazah korban serangan drone Israel
Sumber :
  • Antara

VIVA Tangerang – Swedia dan Belanda mendesak Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan perdagangan dengan Israel. Seruan ini muncul karena situasi kemanusiaan di Gaza yang dinilai semakin mengkhawatirkan, serta rencana Israel membangun permukiman baru di Tepi Barat yang dianggap melanggar hukum internasional.

Surat Bersama ke Kepala Kebijakan Luar Negeri UE

PBB Catat 36 Ribu Warga Gaza Mengungsi Sejak 14 Agustus

Dalam surat resmi yang diperoleh media Irlandia RTE News, Menteri Luar Negeri Swedia dan Belanda mengirimkan desakan kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas.

Keduanya menuduh Israel gagal menjalankan perjanjian Juli 2025 yang disepakati bersama Uni Eropa untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Padahal, kesepakatan itu sebelumnya berhasil menunda rencana penerapan sanksi terhadap Israel, termasuk ancaman penghentian kerja sama dagang dalam kerangka Perjanjian Asosiasi UE–Israel.

Menlu Belgia Ajukan Usulan Pengakuan Palestina sebagai Negara

Kini, Swedia dan Belanda menegaskan dukungan mereka agar bab perdagangan dalam perjanjian tersebut ditangguhkan. Mereka juga meminta Komisi Eropa segera mengajukan proposal konkret terkait hal ini.

Desakan Sanksi terhadap Menteri Ekstremis Israel

Selain menyoroti masalah perdagangan, kedua menteri luar negeri tersebut juga menyerukan agar Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap para menteri ekstremis Israel.

Halaman Selanjutnya
img_title
Demonstran Serbu Kantor Microsoft, Tuntut Batalkan Kontrak dengan Israel