Artificial Intelligence Ungkap Kanker Prostat Berevolusi

Ilustrasi kanker prostat
Sumber :
  • iStock

Tangerang – Tim peneliti di Inggris menggunakan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) untuk membantu membuka penemuan baru tentang evolusi kanker prostat. Terobosan besar para ilmuwan ini tentu akan bisa menyelamatkan ribuan nyawa.

img_title Pendaftaran Pelatihan Chatbot Disnaker Tangerang Masih Dibuka, Batas Waktu 31 Januari

“Ribuan nyawa bisa diselamatkan setelah ditemukannya kanker prostat jenis baru,” kata para ahli di sana seperti dilansir Daily Mail.

Sama seperti manusia, atau homo sapiens, yang berevolusi menjadi suatu spesies seiring waktu dari nenek moyang kita, perkembangan kanker juga merupakan proses evolusi.

img_title Korea Selatan Resmi Berlakukan UU AI Komprehensif, Perkuat Perlindungan Publik dari Misinformasi dan Deepfake

Dengan melihat pohon evolusi kanker, kita dapat mengetahui banyak hal tentang penyakit ini, dan bahkan dapat membantu kita mengembangkan pengobatan baru. 

Kanker prostat adalah kanker paling umum pada pria di Inggris dengan sekitar 55.000 kasus per tahun.

img_title Bicara Ekoteologi di Mesir, Menag Tegaskan Peran Agama dan Kemanusiaan di Era Kecerdasan Buatan

Meskipun kanker prostat bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat kanker pada pria, penyakit ini lebih sering diderita oleh pria dibandingkan penyakit yang disebabkannya.

Penelitian ini menjadi kunci, karena mengetahui kapan harus menghindari pengobatan yang tidak perlu juga penting, untuk membantu menghindari efek samping terkait seperti inkontinensia dan impotensi pada pria.  

"Saat ini kita belum cukup mengetahui apa arti diagnosis kanker prostat. Ada banyak pria yang mengidap penyakit yang bersifat agresif atau mungkin menjadi agresif dan kemampuan untuk mengobati penyakit agresif dengan lebih efektif sangatlah penting," kata Direktur Penelitian di Penelitian Kanker Prostat, Dr Naomi Elster .

“Tetapi disisi lain terlalu banyak pria yang hidup dengan efek samping pengobatan kanker yang mungkin tidak perlu mereka perlukan,” ujarnya.

“Hasil ini bisa menjadi awal bagi kita untuk mengambil pendekatan 'memecah belah dan memuat' terhadap kanker prostat seperti yang diterapkan pada penyakit lain, seperti kanker payudara,” tambahnya.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa tumor prostat berevolusi melalui berbagai jalur, yang mengarah ke dua jenis penyakit yang berbeda,” tambah pemimpin peneliti, Dr Dan Woodcock, dari Nuffield Department of Surgical Sciences di Universitas Oxford.   

“Pemahaman ini sangat penting karena memungkinkan kita mengklasifikasikan tumor berdasarkan bagaimana kanker berevolusi, bukan hanya berdasarkan mutasi gen atau pola ekspresi individu,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title