Artificial Intelligence Ungkap Kanker Prostat Berevolusi

Ilustrasi kanker prostat
Sumber :
  • iStock

Penelitian yang didanai oleh Cancer Research UK dan Prostate Cancer Research ini melibatkan para peneliti yang bekerja sama sebagai bagian dari konsorsium internasional, yang disebut The Pan Prostate Cancer Group, dari Universitas Oxford, Universitas Manchester, Universitas East Anglia, dan Institut. Penelitian Kanker, London.  

img_title Masa Depan Dikendalikan AI? Perpres Kecerdasan Buatan Masuk Tahap Harmonisasi Akhir September 2025

Para peneliti menganalisis sampel DNA kanker prostat pada 159 pasien menggunakan pengurutan seluruh genom, sebuah cara komprehensif untuk melihat keseluruhan materi genetik seseorang.  

Mereka kemudian menggunakan teknik AI yang dikenal sebagai jaringan saraf untuk membandingkan DNA dari sampel yang berbeda.  

img_title Sains : Ini Alasan Kura-kura dan Penyu Bisa Hidup Puluhan Tahun

Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi dua kelompok kanker yang berbeda antara pasien itu.

Kelompok kedua itu kemudian dikonfirmasi menggunakan dua pendekatan matematika lain yang diterapkan pada aspek data yang berbeda. Dan yang terpenting, temuan ini juga divalidasi pada kumpulan data independen lainnya dari Kanada dan Australia.  

img_title OpenAI Perbarui ChatGPT, Kini Lebih Peduli pada Pengguna Rentan Bunuh Diri

Para peneliti kemudian mengintegrasikan semua informasi ini untuk menghasilkan pohon evolusi yang menunjukkan bagaimana dua subtipe kanker prostat berkembang, yang pada akhirnya menyatu menjadi dua 'evotipe' yang berbeda. 

"Penelitian ini sangat penting karena selama ini kami mengira kanker prostat hanyalah salah satu jenis penyakit. Namun baru sekarang, dengan kemajuan dalam kecerdasan buatan (AI), kami dapat menunjukkan bahwa sebenarnya ada dua subtipe berbeda yang berperan," kata Profesor Colin Cooper, dari Sekolah Kedokteran Norwich di UEA. 

“Kami berharap temuan ini tidak hanya akan menyelamatkan nyawa melalui diagnosis yang lebih baik dan perawatan yang disesuaikan di masa depan, namun juga bisa membantu para peneliti yang bekerja di bidang kanker lain untuk lebih memahami jenis kanker lainnya,” tambahnya.