Krisis Harga RAM Memengaruhi Pembuatan Game Divinity
- Tweaktown
VIVA Tangerang – CEO dari Larian Studios, Swen Vincke, mengatakan bahwa kondisi krisis harga RAM dan SSD akan memaksa timnya untuk mengoptimalkan banyak aspek dalam game Divinity.
Dikutip dari Tweaktown pada Kamis (18/12/2025), kepala studio di balik pembuatan Baldur's Gate 3 mengungkapkan hambatan yang sedang dihadapi oleh timnya, yakni "harga dari RAM dan harga dari SSD".
"Ini seperti menghancurkan semua proyeksi yang kita miliki tentang hal itu karena biasanya, kita tahu kurvanya, dan kita dapat melindungi perangkat kerasnya. Ini akan menjadi hal yang menarik. Artinya, kemungkinan besar kita sudah perlu melakukan banyak pekerjaan optimasi di akses awal yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan pada saat itu," tambahnya.
Untuk menjangkau para pemain seluas mungkin, pengembang game perlu mengoptimalkan "hardware" yang mereka miliki. Sehingga mereka tidak bisa merujuk pada hasil survei Steam terbaru, yang menunjukkan bahwa dominan PC milik gamers memiliki sistem dengan 16 GB RAM dan 8GB VRAM GPU, supaya pemilik PC yang baru masih bisa tertarik dalam membeli game mereka.
Sebelumnya, terjadi fenomena krisis "RAMageddon" di dunia teknologi karena hara dari RAM, terutama jenis DDR5, dan SSD lainnya naik secara drastis.
Fenomena tersebut disebabkan oleh permintaan tinggi dari sektor pengembang AI (Artificial Intelligence) dan pusat data. Perusahaan-perusahaan besar di bidang tersebut merupakan penyedia layanan cloud yang tengah memperluas kapasitas pusat data dalam menopang beban kerja AI, di mana membutuhkan memori yang sangat besar. Dengan permintaan pembelian yang tinggi dan pasokan yang terbatas, biaya produksi dan harga jual menjadi lebih mahal daripada biasanya.
Krisis ini berdampak pada industri teknologi handphone, seperti Samsung, dan industri lain seperti SK Hynix, dan Micron. Mereka mengalihkan fokus produksi mereka dari pasar konsuen ke pasar AI yang terbilang lebih menguntungkan.
Pasar perakit PC gaming dan konsol juga "kecipratan" dengan krisis RAM dan SSD itu. Dengan harga RAM dan SSD yang meroket, pengembangan perangkat game generasi selanjutnya berpotensi mengalami perubahan harga dan strategi penjualan yang drastis.