Video Game Jadi Alternatif dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif
- Getty Images
VIVA Tangerang – Selain mendapatkan keseruan, pemain video game juga dapat mengembangkan kemampuan kognitif. Perkembangan itu didapatkan setelah melatih otak dalam memahami pola serangan, kemampuan yang dibutuhkan, dan cara bermain lainnya.
Dikutip dari Spokesman pada Jum'at (26/12/2025), psikolog dan direktur game berjudul "Brain Game Center for Mental Fitness and Well-being" dari Universitas Northeastern, Aaron Seitz, mengatakan bahwa "orang-orang melatih keterampilan kompleks dalam lingkungan simulasi" saat bermain video game.
Penelitannya menunjukkan bahwa, dalam kondisi tertentu, bermain video game dapat membantu memperlambat penuaan otak. Selain itu, bermain video game aksi dengan cara tertentu "dapat meningkatkan beberapa kemampuan, seperti visual, kecepatan mengolah informasi, dan kemampuan dalam belajar," ucap C. Shawn Green, profesor psikologi dari Universitas Wisconsin di Madison.
Rerata video game dengan genre melatih otak dapat membangun kemampuan spesifik dari apa yang ditugaskan dalam permainan tersebut. Kendati demikian, para ahli memperingatkan untuk tidak berlebihan dalam bermain.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa bermain video game berjam-jam lamanya akan baik untuk kesehatan otak Anda. Anda perlu menemukan keseimbangan," tegas Carlos Coronel, seorang peneliti di Trinity College Dublin dan Universitas Adolfo Ibañez di Santiago, Chile.
Bagaimana Cara memanfaatkan Video Game untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif
Untuk meningkatkan kemampuan kognitif, pemain perlu menantang otak, atau memberikannya beban kognitif. Namun, apa yang dianggap sebagai beban kognitif itu bergantung pada masing-masing manusia.
Pemain memiliki peran penting dalam memilih tipe atau genre dari video game yang tepat untuk melatih beberapa kemampuan tertentu, tulis Green dan rekan-rekannya dalam sebuah ulasan.
Gamers tidak boleh berlebihan dalam bermain game, “Cobalah segala sesuatu secukupnya,” ucap Seitz. Hal itu berdasarkan penilitian yang meneliti video game genre aksi yang hanya berdurasi sekitar 30 menit hingga satu jam.
Tidak hanya satu, gamers juga dianjurkan mencoba game-game terbaru. Saat Green mengajak orang tuanya dalam mencoba game online "mereka merasa kesal karena mereka berpikir, 'Saya baru saja mulai mahir dalam hal itu,'" ucapnya. Tetapi, "begitu Anda mulai mahir, hal itu tidak lagi berguna. Anda harus melakukan hal-hal yang menjengkelkan dan sulit. Saya pikir hal itu tampaknya secara umum menjaga sistem kognitif tetap kuat," lanjutnya.