Viral Bukan Berarti Benar: Bahaya Microtargeting Bagi Pemilih Muda

Ilustrasi opini publik
Sumber :
  • Freepik

Di Indonesia, tantangan ini semakin berat karena tingkat literasi digital kita yang masih belum merata. Ketika big data bertemu dengan teknologi generative AI, hasilnya adalah kampanye yang bisa memanipulasi realitas. Kita melihat bagaimana deepfake atau manipulasi wujud mulai digunakan untuk membangun citra atau menjatuhkan lawan.

img_title Take Two yakin bahwa GTA VI akan Rilis pada November 2026

Jika kualitas partisipasi hanya diukur dari tingginya angka orang yang datang ke TPS (partisipasi kuantitatif), mungkin microtargeting berhasil. Namun, jika diukur dari kualitas pemahaman pemilih terhadap visi dan misi kandidat (partisipasi kualitatif), teknologi ini justru bisa menjadi ancaman. Pemilih beresiko memilih citra yang telah dipersonalisasi oleh data, bukan memilih sosok asli dan kapasitas kepemimpinannya.

Antara Popularitas dan Rasionalitas Pemilih Muda

img_title Bapak-Bapak Gamer ini Raih Cita-Cita Membuat Game

Popularitas kerap menjadi pintu masuk utama bagi generasi muda dalam mengenal kandidat politik. Media Sosial, tokoh publik, dan narasi viral sering kali lebih cepat membentuk persepsi dibandingkan rekam jejak dan gagasan kandidat. Namun di balik itu, rasionalitas tetap menjadi kunci agar pilihan tidak sekadar ikut arus. Berikut sejumlah aspek yang perlu dicermati:

  • Skeptisisme Digital: Jangan menelan mentah-mentah konten politik yang muncul di beranda, terutama yang sangat menyentuh sisi emosional. Tanyakan: “Mengapa iklan ini muncul di layar saya?” dan “Apa sisi lain dari informasi ini?”
  • Sengaja Melawan Algoritma: Cobalah untuk mencari informasi dari sumber yang berlawanan dengan preferensi Anda. Jangan biarkan algoritma mendikte apa yang harus Anda baca dan siapa yang harus Anda sukai.
  • Audit Mandiri terhadap Kandidat: Manfaatkan teknologi untuk melakukan track record checking. Jangan hanya terpaku pada konten yang terlalu menggiring pada citra tertentu atau estetik di media sosial, tapi carilah visi misi resmi dan rekam jejak nyata mereka.
img_title Fast Forever Jadi Film Terakhir Fast and Furious, Rilis 2028